Hanya Ada Enam Sekolah yang Mendaftar Sebagai Guru Penggerak

BUKA DIKLAT GURU PENGGERAK DAN MERDEKA BELAJAR- Bunda PAUD Barito Utara Hj Sri Hidayati melalui Ketua Pokja Bunda PAUD Barito Utara Hj Sunarty saat membuka kegiatan diklat guru penggerak dan merdeka belajar di aula BappedaLitbang Muara Teweh, Jumat (26/2/2021).(Media Dayak: Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara (Kadisdik Barut) Drs H Ardian mengatakan ada empat Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang telah ditetapkan menjadi sekolah penggerak dan guru penggerak.

“Ke empat Kabupaten itu adalah Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Kapuas yang telah ditetapkan sebagai sekolah penggerak dan guru penggerak di Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Kadisdik H Ardian saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Diklat Guru Penggerak dan Merdeka Belajar, di aula BappedaLitbang,, Jumat (26/2/2021).

Ardian mengatakan kedepannya Dinas Pendidikan Barito Utara akan melaksanakan program untuk sekolah penggerak dan guru penggerak ini. Dan Dinas Pendidikan Barito Utara sudah melaksanakan sosialisasi untuk sekolah penggerak ini.

Kadisdik juga mengatakan setelah melakukan sosialisasi ternyata kita Kabupaten Barito Utara masih berada di bawah dari kabupaten lainnya. “Setelah sosialisasi dilakukan yang mendaftar untuk menjadi sekolah penggerak dan guru penggerak masih berada di bawah sekolah yang mendaftar menjadi sekolah penggerak. Apakah kita melakukan sosialisasi ini terkahir kalinya dari kabupaten lain atau memang tidak ada peminatnya untuk mendaftar menjadi guru penggerak dan sekolah penggerak,” kata H Ardian.

Dan jelas Ardian, terakhir kami menerma data dari 200 lebih sekolah yang ada di Barito Utara hanya ada 6 (enam) sekolah yang mendaftar untuk menjadi sekolah penggerak dan guru penggerak. “Kepala Sekolah yang telah mengikuti tes dan dinyatakan lolos kepala sekolah yang bersangkutan akan direkomdasi dari pusat bahwa tidak akan diganti selama tiga tahun,” kata Ardian.

Ardian berharap agar guru dan sekolah yang ada di daerah ini untuk bisa mendaftar menjadi sekolah penggerak dan guru penggerak.   

“Jangan gentar dan jangan khawatir dengan kondisi sekolah penggerak karena sekolah yang dipilih itu nantinya akan menjadi sekolah yang terpopuler dan lebih maju. Dan mudah-mudahan apabila bapak dan ibu terpilih nantinya. Artinya bapak dan ibu adalah guru yang berprestasi,” katanya.

Sementara, Bunda PAUD Barito Utara Hj Sri Hidayati melalui Ketua Pokja Bunda PAUD Barito Utara Hj Sunarty mengatakan saat ini adalah transpormasi yang identik dengan apa yang kita lakukan saat ini, yaitu proses perubahan secara berangsur-angsur sampai tahap kita harapkan.

“Didalam proses itu, ada hal-hal yang seperti yang disampaikan Ketua IGTKI-PGRI tadi dari 200 sekolah yang ada di Barito Utara hanya ada enam yang mendaftar, itu suatu proses,” kata Hj Sunarty menyampaikan sambutan Bunda PAUD Barito Utara Hj Sri Hidayati.

Dikatakannya, enam sekolah yang mendaftar tersebut adalah memotivasi dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di daerah ini. Karena dari posisi guru penggerak akan muncul sekolah penggerak.

“Dari sini kita sama berjuang, dimasa pandemi COVID-19 ini, otomatis menurunnya anggaran, tapi buat seorang guru anggaran tersebut nomor sekian, yang ada hanyalah tekad dan semangat untuk melakukan perubahan,” kata Hj Sunarty.(lna/Aw)