PENGEPUL JAGUNG-Kabid TPH Dinas Pertanian Barito Utara, H Alianur saat bertemu dengan Budiono yang merupakan pengepul dan petani jagung asal Pelaihari, kalimantan Selatan.(Media Dayak:ist)
Muara Teweh, Media Dayak
Dinas Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara (Distan Barut) dalam menghadapi musin tanam April-September (Asep) dan Oktober-Maret (Okmar) sekaligus menghadapi tahun anggaran tahun 2020/2021, Barito Utara mendapat kucuran dana untuk pengembangan lahan tanaman jagung seluas 16,5 ribu hektar.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Ir Setia Budi didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, pada Dinas Pertanian H Alianur sasaran pengembangan lahan tanaman jagung pada tahun 2020 tersebar di sembilan kecamatan.
“Sasaran pengembangan lahan tanaman jagung pada tahun 2020 tersebuit tersebar di sembilan kecamatan, terutama di empat kecamatan yaitu Teweh Tengah, Teweh Timur, Gunung Timang (Desa Batu Raya I dan II, dan Desa Tongka) dan kecamatan Gunung Purei, karena desa tersebut merupakan sasaran produksi jagung kedepan,” katanya, Selasa (17/12).
Disamping itu katanya ada juga wilayah pengembangan baru yaitu di kecamatan Gunung Purei Lampeong khususnya desa Baok dan desa Tambaba. Diaman di dua desa tersebut tersedia potensi yang cukup luas di dua desa tersebut.
Ditambahkan Alianur, sebelum pengembangan lahan jagung seluas 16,5 hekatr ini, pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu terkait harga jagung yang akan dijual para petani.
“Beberapa waktui lalu, kami telah mendatangi PT Kompit, PT Samsung dan bapak Budiono sebagai pengepul tanaman jagung yang ada di Pelaihari, Kalimantan Selatan,” katanya.
Budiono ini katanya merupakan pengusaha yang mampu menampung jagung yang berasal dari petani di Barito Utara, karena Budiono ini selain petani jagung juga seorang pedagang.
“Jadi pak Budiono ini mempersyaratkan apabila jagung yang di kirim dari Barito Utara ke PT Kompit dan PT Samsung di Pelaihari ditolak karena ada hal-hal lain, pak Budiono ini mampu menampung secara keseluruhan, akan tetapi dengan catatan jagung pipil kering yang berkadar air 30-37 persen dihargai sebesar Rp3,500/kg, dan kadar air yang berkisar 15-16 persen akan dihargai sebesar Rp5.500/kg,” katanya lagi.
Alianur menambahkan bapak Budiono ini menyatakan bahwa jangan khawatir para petani jagung di Barito Utara untuk mengembangkan jagung, berapapun jagung yang akan dikirim ke Pelaihari akan tertampung, baik di PT Kompit maupun di PT Samsubng maupun ditampung langsung oleh pak budiono ini.
“Untuk itu, kami mengharapkan kepada para petani jagung di daerah ini pada tahun 2020 agar kita bersunguh-sungguh dan bersama sama untuk mengembangkan komuditas tanaman pangan khususnya jagung, padi dan holtikultura lainnya,” imbuhnya.(lna)













