Guru Sekarang Diharapkan Harus Kritis

Kasongan, Media Dayak
Berfikir kritis tersebut menurut legislator berlatar belakang Sarjana Pendidikan (SPd) ini, baik kritis dalam memahami materi pelajaran, dalam proses pembelajaran, maupun dalam menghadapi situasi di dunia pendidikan, yang pada intinya seorang guru yang kritis tidak hanya menyampaikan informasi saja, melainkan juga mampu mengevaluasi, menganalisis dan mempertanyakan berbagai aspek terkait dengan pengajaran dan pembelajaran.
Terkait dengan guru yang kritis ini pula menurut penilaiannya, selain harus mampu menganalisis materi ajar secara komprehensif, juga tidak hanya menghafal saja. “Sehingga guru tersebut akan lebih mampu menyampaikannya dengan lebih baik dan relevan sesuai kebutuhan siswa,” terangnya.
Karena, dengan berfikir kritis, lanjutnya, tentu saja akan membantu guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif memilih metode yang tepat dan menciptakan suasana belajar yang kondusif untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis siswa. Selain itu, guru yang kritis dapat dipastikan mampu mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran, mencari solusi yang inovatif dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan belajar.
Bahkan, guru yang kritis menurutnya, akan mampu menstimulasi siswa untuk berfikir kritis melalui pertanyaan, diskusi dan penugasan yang menantang. “Dengan menunjukan sikap kritis itu pula, secara tidak langsung guru tersebut sudah memberikan contoh kepada siswanya, bagaimana cara berfikir yang baik dan benar dalam menghadapi berbagai situasi,” ujar legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.