Guru Mursyid Dari NTB Resmikan Pembangunan Masjid dan Pontren Lansia

Guru Mursyid, Maulana Sekh TGKH dari Lombok Tengah – NTB pada acara pengguntingan pita, sebagai tanda dimulainya pembangunan Pontren dan Masjid Darul Ismul Haq Abusdommad, di Bukit Batu Jalan Tjilik Riwut KM 10 Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan, Rabu pagi (23/7/2026) kemaren.(Media Dayak/ist)

Kasongan, Media Dayak 

 
Tuan Guru Mursyid, yaitu Maulana Sekh TGKH, Muhamnad Ali Bagi Harta Siddiq Assomadi yang merupakan Perguruan Thariqat Haq Naqsyabandi pusat dari Lombok – Nusa Tenggara Barat (NTB) resmikan pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren (Pontren) lansia, Rabu (22/7/2026) kemaren, yang ditandai dengan peletakan Batu pertama. 

 
Pontren dan Yayasan Darul Ismul Haq Abdussomad yang berlokasi di Bukit Batu jalan Tjilik Riwut KM 10 Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan ini diketuai oleh Muhammad Hariyadi. 

Turut hadir dalam peresmian tersebut, selain tuan guru Mursyid beserta rombongan dari Lombok – NTB, dan Ketua Yayasan Darul Ismul Haq Abdussomad Kabupaten Katingan Kalteng, Muhammad Hariyadi beserta pengurus dan santrinya, juga Sekcam Katingan Hilir Sugiharto, tokoh agama, perwakilan koramil, Polsek Katingan Hilir, perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Katingan dan sejumlah undangan lainnya. 
 
Tuan guru Mursyid dalam sambutannya mengatakan, Perguruan ini berpusat di Lombok Tengah, NTB dan tersebar di beberapa Provinsi, diantaranya di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hawa Timur (Jatim), DKI Jakarta, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng) yaitu di Kabupaten Katingan. Bahkan sampai ke Amsterdam (Belanda) dan Amerika. 

Ada pun sasaran dari Perguruan ini menurutnya, sebagaimana motto kita, yaitu untuk menzikirkan dunia dan menduniakan zikir. Dari kegiatan ini, semua jamaah yang masuk mereka mencari sesuatu ketenangan kerohanian bagaimana di dalam menghadapi situasi dan kondisi zaman kehidupan ini. “Salah satu solusi mendapatkan ketenangan batin yang mana kerohanian ini adalah dengan kita memasuki yang namanya toriqah yang tentunya di sini zikir yang dapat menenangkan kolbu itu adalah zikir yang memiliki silsilah,” katanya. 

Selanjut, dengan diresmikannya Masjid dan Pontren tersebut, dirinya berharap semua jamaahnya yang berada di Kabupaten Katingan pada khususnya dan di Kalteng pada umumnya dapat mewakili pengurus besar atariq untuk selalu memperkuat persatuan dan kesatuan,  menjaga nama baik Perguruan, yang pada intinya tidak membuat hal-hal aneh dan tidak membuat orang curiga. Karena, Perguruan ini untuk menyempurnakan syariat, serta tidak boleh beranggapan salah satu diantara orang-orang bahwa orang-orang Tariqah sudah lepas dari pada syariah .  “Intinya Perguruan yang kita bangun ini bertujuan untuk menyempurnakan syariat” terangnya, seraya menjelaskan bahwa antara syariat dan hakekat tidak boleh dipisahkan. Karena hakekat sebagai penyempurna. (Kas/Lsn)