Guru Diajak Ikut Kampanyekan Protokol Kesehatan

Pembelajaran tatap muka yang digelar beberapa waktu lalu, dengan protokol kesehatan Covid-19. (Media Dayak/Ist)
Puruk Cahu, Media Dayak
Pesan-pesan edukasi penerapan prokes dalam penenganan Covid-19 di Murung Raya terus dilakukan dam tidak hentinya mengedukasi masyarakat, ketika bertemu diacara formal maupun non formal, agar sama-sama terhindar dari paparan wabah serta memutus mata rantainya.
Memaksimalkan kampanye protokol kesehatan (Prokes) bukan saja melalui acara formal, dengan duduk bersantai dan obrolan pun bisa dilakukan.
Seperti yang dilakukan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya (Mura) Kariadi, dengan pengawas sekolah dan sejumlah kepala sekolah di SMAN 1 Murung beberapa waktu lalu.
Apalagi jelasnya menjadi orang yang langsung menerima dampak psikis maupun fisik atas keberadaan wabah yang sudah menahun ini.
Mantan Kepala Dinas Perindagkop UMKM Kabapten Mura ini kehilangan istri tercintanya untuk selama-lamanya, lantaran terpapar Covid-19 lalu meninggal dunia pada Maret 2021 lalu.
Meski demikian, ia selalu konsisten dan berkomitmen untuk menyelamatkan masyarakat dari paparan Covid-19.
“Kita harus melihat kedepan, setidaknya wabah tidak kita abaikan keberadaanya, kita antisifasi dengan cara yang antisifatif, seperti penerapan protokol kesehatan,” kata Kariadi.
Dengan dimaksimalkan penerpan prokes berupa penggunaan masker, mencuci tangan, menjaga jarak tidak berkerumunan, menjadi langkah nyata diterapkan. Karena dengan cara inilah menghindari virus hinggap pada tubuh manusia.
Penerapan prokes ini persoalan yang mudah namun manfaatnya besar, namun banyak orang yang mengabaikannya. Hal ini yang harus disosialisasikan lagi, beri pemahamannya supaya mereka paham betul bahayanya covid-19. “Bendanya tidak terlihat namun dampaknya nyata,” sambungnya.
Bapak dari tiga anaknya, mengajak seluruh lapisan masyarakat agar konsisten dan ulet menerapkan protokol kesehatan, sehingga tidak munculnya penyesalan kemudian. Bahkan terkadang orangnya mengabaikan karena belum merasakan betapa sakit dan terpukulnya ketika menderita sakit kena covid dan menjadi keluarga terpapar. Selian memang penyakitnya bisa menular kesana kemarin, dampak psikis pun sangat dirasakan. (Ist/Lsn)