Gubernur Sambut Menkopolkam, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Kalteng

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, memasangkan lawung kepada Menkopolkam RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Jumat (31/7/2026).(Media Dayak/MMC Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, di VIP Room Isen Mulang Bandara Tjilik Riwut, Jumat (31/7/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng.
Agenda utama kunjungan Menkopolkam adalah meninjau Posko Karhutla Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi peningkatan karhutla selama musim kemarau.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalteng telah menggelar rapat koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI untuk mematangkan langkah strategis menghadapi puncak musim kemarau.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa hujan yang masih turun pada penghujung Juli harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kesiapan seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.
“Hujan yang turun saat ini adalah water break atau jeda waktu yang harus kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk memantapkan kesiapsiagaan Satgas. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus dan September, bahkan bisa berlanjut hingga November. Untuk itu, Pemprov Kalteng telah resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla hingga 31 Oktober 2026,” tegas Agustiar.
Gubernur juga menginstruksikan para bupati dan wali kota agar segera menetapkan Status Siaga Darurat sesuai tingkat kerawanan di wilayah masing-masing serta menggeser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mendukung operasional penanganan karhutla, mulai dari pemadaman, kebutuhan bahan bakar minyak, hingga konsumsi personel.
Berdasarkan pemantauan cuaca dan iklim per 30 Juli 2026, terdapat 107 titik panas (hotspot) di Kalteng. Kabupaten Pulang Pisau mencatat jumlah titik panas terbanyak dengan 62 titik, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 15 titik.
Meski belum terdeteksi sebaran asap dari citra satelit, kondisi lahan yang semakin kering dan rendahnya potensi hujan pada awal Agustus menjadi perhatian serius pemerintah dalam memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Turut mendampingi Gubernur dalam penyambutan tersebut Kepala BNPB RI Suharyanto, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.(MMC/Ytm/Lsn)