Gubernur Pimpin Apel Siaga Darurat Karhutla Lepas 1. 512 Orang Satgas Ke 100 Desa

Gubernur Kalteng saat mengecek peralatan pemadam kebakaran milik BNPB sesuai pimpim apel Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lapangan stadion olahraga Sanaman Mantikei, Kamis (25/7). (Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

     Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran pimpin Apel Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lapangan stadion olahraga Sanaman Mantikei, Kamis (25/7).

Pada kesempatan tersebut Gubernur menyatakan sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla di Provinsi Kalteng berdasarkan Keputusan Gubernur Kalteng Nomor: 188.44/222/2018 tanggal 27 Mei 2019. Status siaga darurat bencana Karhutla ini selama 90 (sembilan puluh) hari, terhitung 28 Mei s/d 26 Agustus 2019, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.

Diungkapkan Gubernur Pemerintah Provinsi Kalteng juga telah menetapkan Komandan Resort Militer 102/Panju Panjung sebagai Komandan Satgas penanganan darurat bencana Karhutla wilayah provinsi Kalteng.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Satgas penanganan darurat bencana Karhutla, karena telah bersinergi bersama seluruh kabupaten/kota, stakeholder terkait dan di dukung oleh pemerintah pusat, secara khusus Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB)dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam melaksanakan penanggulangan Karhutla di Kalteng,” ujar Sugianto Sabran.

Gubernur menyebut bahwa bahaya Karhutla yang di hadapi tahun 2019 lebih tinggi dibanding tahun 2016, 2017 dan 2018 disebabkan kondisi musim kemarau yang lebih kering ditambah  dengan fenomena el-nino lemah.

“Tetapi saya percaya kepada sinergitas kita semua, pemerintah, lembaga usaha, masyarakat, akademisi dan media mampu mewujudkan komitmen kita bersama Kalteng bebas kabut asap tahun 2019,” ujar mantan Anggota DPR RI tahun 2014 tersebut.

Dalam apel tersebut, di sampaikan Gubernur bahwa personil yang akan di berangkatkan sebanyak 1.512 orang sepenuhnya pembiayaan ditanggung oleh BNPB.

“Satgas ini akan berada dengan bersama-sama masyarakat setiap hari selama beberapa bulan kedepan untuk melakukan gerakan pencegahan Karhutla, di 100 desa/kelurahan di Kalteng,” ujarnya.

Gubernur berharap keberadaan 1.512 personil yang ditempatkan di berbagai daerah rawan Karhutla tersebut, mampu melakukan pendekatan secara intens kepada masyarakat untuk sama-sama mencegah Karhutla di daerah masing-masing.

“Saudara-saudara anggota Satgas gabungan akan berada di tengah-tengah masyarakat beberapa bulan kedepan, optimalkan kesempatan tersebut sehingga saudara dapat mendapatkan akar permasalahan dari penyebab Karhutla di masing-masing wilayah penugasan, serta sekaligus dapat memberikan rekomendasi penyelesaian secara menyeluruh,” tegas Gubernur Kalteng.

Lebih lanjut Gubernur mengajak semua pihak agar bersama-sama dalam upaya pencegahan Karhutla di daerah ini.

“Saya harap semua pihak bersinergi melakukan upaya pencegahan Karhutla, dan sedini mungkin melakukan upaya pemadaman jika ada kejadian Karhutla,” pungkas Sugianto Sabran. (Ytm/Lsn)