Gubernur Minta Budaya Gotong Royong Diwujudkan Dalam Tindakan Nyata

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan Ketua TP-PKK Kalteng Yulistra Ivo Azhar Sugianto Sabran didampingi Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi saat menghadiri cara pencanangan bulan Bhakti gotong royong masyarakat ke-16, Hari Kesatuan gerak PKK ke-47, dan Hari Keluarga Nasional ke-22 tingkat Pemprov Kalteng di Sampit Kotawaringin Timur, keamrin.(Media Dayak/Ist)
Sampit, Media Dayak
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran meminta agar budaya gotong royong jangan hanya dijadikan sebagai slogan atau sebatas kata-kata saja, namun harus dibuktikan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Budaya gotong royong harus kita wujudkan dalam sebuah tindakan yang nyata, karena gotong royong merupakan kekuatan dan modal sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam menatap masa depan yang lebih baik,” katanya saat menghadiri cara pencanangan bulan Bhakti gotong royong masyarakat ke-16, Hari Kesatuan gerak PKK ke-47, dan Hari Keluarga Nasional ke-22 tingkat Pemprov Kalteng di Sampit Kotawaringin Timur.
Gubernur juga mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong sebagai wahana untuk kembali mengingatkan dan menanamkan kepada seluruh masyarakat, akan arti penting dan manfaat budaya gotong-royong di dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, Hari Kesatuan Gerak PKK dan Hari Keluarga Nasional yang kita laksanakan hari ini, merupakan agenda tahunan skala Nasional yang juga diselenggarakan diseluruh wilayah Indonesia,” lanjutnya.
Diungkapkan hal tersebut, menandakan bahwa momentum peringatan itu memiliki kedudukan yang cukup penting dan strategis, terutama dalam mendorong dan meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat untuk terus membudayakan dan melestarikan semangat kegotong-royongan yang telah menjadi jati diri, karakter dan ciri khas masyarakat, serta merupakan warisan budaya bangsa yang tidak ternilai harganya.
Gubernur berharap agar kegiatan tersebut, bukan saja menjadi kegiatan rutinitas tahunan semata, namun lebih dari itu, kegiatan itu dapat memberikan efek positif dan manfaat yang sebesar-besarnya, khususnya bagi terciptanya penguatan integrasi sosial dalam pelaksanaan pembangunan, serta dapat meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat, terhadap hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai.
Hal Iain yang juga tidak kalah panting adalah momentum kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi, untuk bertatap muka secara langsung dan berdialog dengan masyarakat.
“Saya percaya bahwa dengan silaturahmi yang baik, akan tumbuh ikatan batin diantara kita semua, sehingga tidak ada jarak pemisah antara pemimpin dengan yang dipimpin, antara Gubernur dengan rakyatnya. Jika Sinergitas antara pemerintah dan masyarakat terjalin dengan baik, saya yakin semua permasalahan yang dihadapi, akan mudah terpecahkan secara bersama-sama”, terang Sugianto Sabran.
Sebelumnya, Hamka selaku ketua panitia menyebutkan, kegiatan yang bertema “Dengan bulan bakti gotong royong masyarakat Hari Kesatuan, gerak PKK dan Hari Keluarga Nasional kita dayagunakan peran Lembaga kemasyarakatan desa sebagai Mitra Pemerintah desa”.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya gotong royong masyarakat, meningkatkan komitmen bersama oleh pemerintah, swasta, lembaga masyarakat dan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup keluarga serta menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat untuk seIaIu memperbaiki kualitas hidupnya dan menanamkan nilai-nilai kemandirian keluarga,” tutupnya.(YM)