Gubernur Kalteng Pastikan Stok Pangan Aman

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menanam padi Hibrida Sawah Varietas Inpari-30 didampingi Bupati Barsel Eddy Raya Samsuri serta Kadis TPHP Kalteng Sunarti dan pejabat terkait lainnya di Desa Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barsel, beberapa waktu lalu (Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

Saat ini seluruh kabupaten/kota sentra padi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah memasuki masa panen raya, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebagai orang nomor satu di pemerintahan Kalteng Berkah, Gubernur H. Sugianto Sabran memastikan stok pangan Kalteng aman hingga tujuh bulan mendatang.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian dalam menghadapi wabah Covid-19, kondisi ketersediaan subsektor pangan aman bagi 267 juta masyarakat Indonesia,” terang Gubernur Sugianto Sabran saat jumpa pers, Rabu (22/04).

Maka dari itu, lanjut Gubernur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota telah saya minta memantau secara berjenjang ketersediaan pangan di kabupaten masing-masing dan melaporkan secara berkala kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalteng.

Gubernur juga mengatakan, Pemprov Kalteng dan BUMN akan bekerja sama mengantisipasi penyediaan stok gabah/beras dari petani, pasalnya petani adalah juru kunci pangan di baris terdepan.

“Kerja keras petani untuk menyediakan pangan di masa pandemi covid-19 sangat membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat Kalteng. Untuk menjaga stabilitas harga dan stok pangan, Tim Satgas Pangan dan Tim Dalpoktinglan rutin melakukan Sidak di tingkat produsen dan konsumen,“ kata Gubernur Sugianto Sabran.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kalteng Hj. Sunarti mengungkapkan, Kabupaten Kotim sebagai salah satu sentra produksi padi, realisasi luas panen di bulan Maret hingga April mencapai 6.058 hektar dan estimasi luas panen Mei hingga Agustus mendatang mencapai 10.945 hektar.

Ia menyebut, provitas padi siam epang di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kecamatan Pulau Hanaut, dan Kecamatan Teluk Sampit bervariasi mulai dari 3,5 hingga 5,5 ton per hektar GKP (gabah kering panen).

“Suplai stok gabah untuk Maret hingga Mei tersedia dari luas panen produksi padi Pulau Hanaut dan Mentaya Hilir Selatan yang mencapai 6.823 hektar. Sedangkan untuk Mei hingga Agustus, diperoleh dari Teluk Sampit sekitar 7.550 hektar,” terangnya.

Sunarti mengatakan, masa puncak panen raya jatuh pada April 2020. “Selain kabupaten Kotim, sejumlah kabupaten lainnya juga tercatat sebagai sentra padi di Kalteng, antara lain kabupaten Kapuas dan kabupaten Pulang Pisau yang saat ini sudah memasuki masa panen raya,” pungkas Sunarti.(Yanting/aw)