Gubernur Kalteng Berencana Buka Transmigrasi Lokal

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran didampingi Bupati Lamandau Hendra Lesmana dan beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Kalteng saat melakukan Kunjungan Kerja di wilayah Kabupaten Lamandau baru-baru ini (Media Dayak/Yanting).
Nanga Bulik, Media Dayak
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran berencana membuka jendela transmigrasi. Namun transmigrasi yang akan dibuka kali ini, untuk masyarakat Bumi Tambun Bungai yang berada di pesisir sungai.
Rencana pembukaan transmigrasi disampaikan orang nomor satu ini saat berada di desa Kahingai, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, rencana pembukaan tersebut, langsung disambut baik oleh warga desa Kahingai.
Dikatakan Gubernur, desa tersebut rencananya akan menjadi salah satu tempat yang akan dijadikan wilayah transmigrasi.
“Semoga kalian bisa bekerjasama dengan warga baru yang nanti akan ditempat di desa Kahingai ini,” ucapnya saat berdialog dengan warga desa Kahingai Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau, baru-baru ini.
Didampingi Bupati Lamandau, Gubernur menyebut, perlu adanya penambahan warga baru di desa Kahingai, karena warga yang tinggal di desa tersebut masih sangat sedikit sedangkan daerah wilayah tersebut sangat amat luas.
“Dari data yang diterima dari Kepala Desanya. Hanya ada 25 kepala keluarga yang tinggal sampai saat ini. Jadi tidak ada salahnya memindahkan warga pesisir sungai ke desa Kahingai,” beber Gubernur.
Lebih jauh Gubernur menjelaskan, kenapa kenapa ingin memindahkan warga desa yang berada di pesisir sungai, di kawasan Kabupaten Lamandau dan sekitarnya, dikarenakan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir tersebut, masih berada di bawah garis kemiskinan.
“Sehingga perlu adanya genjotan prekonomian melalui program transmigrasi,” terangnya.
Gubernur berharap dengan dibukanya jendela transmigrasi. Angka kemiskinan di Bumi Tambun Bungai bisa menurun secara signifikan, karena menurut Gubernur masyarakat yang dipindahkan ke lokasi baru akan diberikan modal bibit untuk bercocok tanam. Diharapkan hasilnya dari budidaya atau bertani itu bisa dimanfaatkan untuk merubah nasib.
“Tapi pesan dan saran, jangan jual apa yang akan diberikan pemerintah dan ketika masyarakat telah memiliki uang dari hasil bertani, tolong ditabung, sekolahkan anak kalian setingi-tingginya. Jangan biarkan mereka sampai putus sekolah. Saya sangat miris jika masih ada anak-anak dayak yang tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya-biaya,” pungkas Gubernur.(YM)