Gubernur Kalteng Agustiar Sabran didampingi pejabat terkait lainnya saat menggelar silaturahmi dengan awak media di halaman Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Sabtu (31/1/2026).(Media Dayak/Yanting Maria)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menghentikan agenda pembangunan di daerah. Fokus pembangunan tetap diarahkan pada sektor-sektor prioritas, terutama pendidikan dan kesehatan.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, efisiensi dilakukan terhadap sejumlah pos belanja yang dinilai masih dapat diminimalisir, seperti pelaksanaan rapat di luar kantor atau di hotel, pengadaan alat tulis kantor, pakaian dinas, serta berbagai pengeluaran lain yang masih dapat ditunda.
“Di tengah efisiensi anggaran, kita tetap berupaya agar pembangunan bisa berjalan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sektor lainnya. Ada hal-hal yang kita minimalisir, seperti rapat-rapat di luar atau di hotel, kemudian pengeluaran ATK, baju dinas, serta belanja lain yang bisa ditunda,” kata Gubernur Agustiar Sabran didampingi Plt Sekda Provinsi Kalteng Leonard S Ampung, di halaman Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Sabtu (31/1/2026).
Dalam pertemuan dengan insan pers tersebut, Gubernur Agustiar menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di berbagai sektor.
“Sekali lagi, untuk pembangunan kita tetap berupaya agar bisa berjalan. Meski di tengah keterbatasan anggaran, kita tetap berkomitmen memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya menegaskan.
Untuk sektor infrastruktur, menurutnya Pemprov Kalteng juga terus mengupayakan pembangunan, meskipun belum dapat dilakukan secara maksimal di seluruh wilayah.
“Kalau infrastruktur akan tetap kami upayakan, walaupun mungkin belum bisa maksimal. Namun pemerintah akan terus berusaha sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada,” tambahnya.
Selain pembangunan fisik, Gubernur Agustiar Sabran juga menekankan pentingnya perlindungan sosial, khususnya di bidang kesehatan. Pemerintah daerah memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan, termasuk bagi warga kurang mampu.
“Bahkan kalau ada masyarakat yang sakit dan tidak mampu membayar, pemerintah akan memberikan jaminan. Tapi ingat hanya yang tidak mampu ya,” kata Gubernur.
Diakui Gubernur ditengah kebijakan efisiensi anggaran tersebut, Pemprov Kalteng juga tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pemuka agama dan tokoh adat di daerah.
“Di tengah efisiensi ini, Pemprov Kalteng juga tetap memperhatikan insentif bagi para pemuka agama seperti ustaz, pendeta, pastor, hingga mantir adat di daerah,” ungkapnya.
Menurut Gubernur, peran pemuka agama dan tokoh adat sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan di Kalteng.
“Karena mereka adalah salah satu ujung tombak dalam menjaga kerukunan, membina masyarakat, serta mendukung keberhasilan pembangunan di Kalteng,” pungkas Gubernur Agustiar Sabran.(YM/Aw)










