GPM Hadir di Desa Palih Baru, Warga Antusias Beli Bapok Murah

Nampak dalam kegiatan GPM  Jajaran DPKP Kobar melayani masyarakat yang membeli bahan pokok (Bapok), di Desa Palih Baru, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kobar, Rabu (4/3) (Media Dayak/ Ist)

Pangkalan Bun, Media Dayak 

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Perum Bulog Cabang Pangkalan Bun kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Palih Baru, Kecamatan Kotawaringin Lama, Rabu (4/3).
 
Pelaksanaan GPM tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Warga berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Program ini digelar sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Kobar melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Adrian Nor, menyampaikan bahwa kegiatan GPM sengaja digelar lebih dekat dengan kawasan permukiman dan pedesaan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok.
 
“Selama Ramadan ini kami fokus mendekatkan akses pangan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau. Langkah ini juga menjadi salah satu upaya mengendalikan inflasi agar harga bahan pokok  tetap stabil,” ujar Adrian.
 
Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran membuat pihaknya menambah variasi serta jumlah stok komoditas yang dijual. Jika sebelumnya hanya tersedia beras program SPHP, kini turut disediakan beras premium karena tingginya minat warga.
 
Selain beras, sejumlah bahan pokok lain seperti gula pasir, minyak goreng, telur ayam, bawang merah dan bawang putih juga ditambah jumlahnya agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
 
“Kami menambah stok beberapa komoditas karena permintaan warga cukup tinggi. Saat ini kondisi pasokan masih aman dan harga relatif terkendali,” tambahnya.
 
Dengan waktu sekitar dua minggu menjelang Idulfitri, Adrian juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia meminta warga berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.
 
“Stok pangan di Kobar masih aman. Kami harap masyarakat tidak perlu kuatir dan cukup membeli sesuai kebutuhan agar tidak terjadi pemborosan atau food waste,” pesannya.
 
Sementara itu, salah seorang warga Desa Palih Baru, Elianti, mengaku sangat terbantu dengan adanya program GPM tersebut. Menurutnya, selisih harga yang cukup jauh dibandingkan pasar sangat meringankan pengeluaran rumah tangga.
 
“Sangat membantu sekali karena harganya lebih murah. Di pasar seperti minyak goreng merek Minyak Kita hampir Rp18 ribu, di sini masih sekitar Rp15 ribu,” ungkap Eli.
 
Ia menambahkan, beberapa bahan pokok seperti telur dan gula juga mengalami kenaikan harga di pasar. Karena itu, keberadaan GPM menjadi solusi bagi warga untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. (MMC/Rd/Lsn/Aw)