Generasi Muda Jadi Kunci Pembangunan Inklusif, Ini Pesan Dewan Kalteng

Anggota DPRD Provinsi Kalteng Sutik (Media Dayak/DPRD Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, menilai generasi muda harus diberi ruang yang lebih besar dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, partisipasi pemuda penting agar kebijakan pemerintah mampu menjawab tantangan era modern dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
“Pemuda adalah pewaris sekaligus pengguna hasil pembangunan di masa depan. Karena itu, mereka sepatutnya dilibatkan dalam Musrenbang dan berbagai forum perumusan kebijakan daerah,” kata Sutik, Rabu (13/8).
Ia menambahkan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari capaian infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana keterlibatan masyarakat, khususnya pemuda, dalam proses pengambilan keputusan. Dengan ide-ide segar, kreativitas, dan kemampuan menguasai teknologi, pemuda dapat membantu pemerintah merancang program yang lebih adaptif.
Sutik mendorong peningkatan wadah interaksi antara pemuda, DPRD, dan pemerintah daerah. Bentuknya bisa berupa dialog publik, forum konsultasi, atau pelatihan kepemimpinan, yang memungkinkan gagasan generasi muda diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.
“Kita harus membuka pintu partisipasi seluas mungkin. Dengan begitu, aspirasi mereka dapat diwujudkan menjadi program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak organisasi kepemudaan, komunitas kreatif, dan mahasiswa agar aktif menyampaikan pandangan melalui jalur resmi. Menurutnya, sinergi yang terbangun akan mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Jika mereka terlibat sejak tahap awal, hasil yang dicapai akan lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Politisi Partai Gerindra ini, berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota ke depan menjadikan tingkat keterlibatan pemuda sebagai salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan daerah.(YM/AW)