Generasi Muda Diminta Kembangkan Nilai-nilai Pancasila

Bupati Jaya dan Wabup Efrensia, unsur forkopimda, beberapa kepala perangkat daerah, kepala sekolah dan guru serta peserta didik SMAN 1 Kurun, usai apel kebangsaan di halaman SMAN 1 Kurun, Senin (14/8) pagi. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Generasi muda hendaknya turut memikirkan dan mengembangkan implementasi nilai-nilai Pancasila.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong pada Apel Kebangsaan di halaman SMAN 1 Kurun, Senin (14/8) pagi.
“Pancasila merupakan ideologi yang hidup dalam setiap tekad, sikap, perilaku, dan tindakan seluruh warga negara Indonesia, sehingga menjadi tugas bangsa ini khususnya generasi muda menuju generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan, nilai-nilai Pancasila harus diterapkan sejak dini menuju impian Indonesia menjadi generasi emas 2045,” terang Jaya.
Menurutnya, tugas besar kita saat ini, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menterjemahkan Pancasila sebagai pedoman bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, seperti yang telah dicontohkan leluhur dan para pemimpin bangsa.
“Aktualisasi Pancasila tidak akan bisa membumi, jika tetap hanya dijadikan mitos, tanpa memiliki model praktis dalam memecahkan masalah hidup masyarakat,” kata Jaya.
Dengan menjadikan Pancasila ideologi praktis, bupati meyakini setiap perbedaan dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat, karena nilai-nilai dasar Pancasila, diantaranya prinsip musyawarah dan mufakat, yang tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk perdamaian dunia.
Ditambahnya, tahun 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persen nya dalam usia produktif [usia 15-64 tahun], sedangkan sisanya 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif [usia dibawah 14 tahun dan di atas 65 tahun] pada periode 2020-2045.
Jika bonus demografi itu tidak dimanfaatkan dengan baik, akan berdampak buruk, terutama masalah sosial, seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran dan tingkat kriminalitas yang tinggi.
“Bonus demografi memang tidak bisa dihindari. Generasi yang cerdas, memiliki nilai-nilai Pancasila, dan mau menerima perubahan harus diterapkan sejak dini, menuju Impian Indonesia menjadi generasi emas 2045,” demikian Jaya.
Turut hadir, Wakil Bupati (Wabup) Gumas Efrensia LP Umbing, unsur forkopimda, beberapa kepala perangkat daerah, kepala sekolah dan guru serta peserta didik SMAN 1 Kurun. (Nov/Aw)