Gempita Kalteng Raih Juara 1 di Jambore Tani 2024

Gempita Kalteng berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Inovasi Petani di Jambore Tani 2024 berkat sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Gerakan Petani Muda Indonesia (Gempita) Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Inovasi Petani di Jambore Tani 2024 di Kota Palangka Raya baru-baru ini.
“Kami [Gempita Kalteng] berhasil meraih juara 1 berkat sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) yang berhasil kami kembangkan,”ujar Reyri Kaswanda, Koordinator Wilayah (Korwil) Gempita Kalteng, Selasa (29/10/2024).
Reyri menjelaskan sistem ini bisa digunakan dalam skala rumah tangga dan tentunya dapat diperluas untuk produksi besar.
“Teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh petani di segala tingkatan. Kami berharap, dengan dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas, penerapan sistem ini dapat lebih luas dan membantu petani di banyak wilayah,”terangnya.
Dia menyebut inovasi IoT yang mereka kembangkan mendapat apresiasi karena kemampuannya untuk mengontrol penyiraman lahan melalui perintah suara di ponsel pintar, sehingga meningkatkan efisiensi air dan produktivitas pertanian di berbagai skala.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Gempita Kalteng, Wily Napitupulu. Menurutnya sistem irigasi IoT ini memberikan fleksibilitas bagi petani dalam mengelola kebutuhan air tanaman mereka tanpa harus hadir langsung di lokasi.
“Dengan perintah suara di ponsel, petani bisa mengontrol irigasi secara otomatis. Ini sangat membantu petani, terutama di wilayah yang sulit akses air secara manual,”ungkap Wily.
Dengan adanya dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gumas,Wily berharap inovasi ini diharapkan bisa dikembangkan untuk menciptakan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Terpisah, Pj Bupati Gumas Herson B.Aden melalui Kepala Dinas Pertanian [Distan] Kabupaten Gumas Aryantoni, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Gempita Kalteng.
“Ini sangat luar biasa. Inovasi ini menunjukkan potensi besar bagi petani lokal untuk memanfaatkan teknologi modern dalam pengelolaan lahan,”ujar Toni.
Dia menilai, inovasi sistem irigasi ini adalah langkah maju dalam mewujudkan pertanian yang lebih efisien.
“Kami [distan] akan mendukung pengembangannya agar dapat diterapkan secara luas di wilayah Gunung Mas,”ucap Toni. (Nov/lsn)