Kalaksa BPBD Kabupaten Katingan; Markus
Kasongan, Media Dayak
Gempa Tektonik, Senin (28/5) sore, meskipun hanya beberapa detik saja, namun getarannya dirasakan oleh sebagian masyarakat di tiga Desa yang ada di Kabupaten Katingan. Demikian kata kepala pelaksana (kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan Markus, yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Selasa siang (29/5).
Desa-desa dimaksud menurutnya, diantaranya Desa Rangan Surai , Desa Tumbang Taei dan Desa Tumbang Dakei Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. “Getarannya tidak terlalu kuat dan waktunya pun tidak lama,” terang Markus, seraya menyebutkan bahwa, itu berdasarkan laporan dari Camat Marikit.
Untuk tempat tinggal atau perumahan penduduk di tiga Desa tersebut menurutnya, meskipun dirasakan adanya getaran namun tidak ada satu rumah pun yang mengalami kerusakan. Begitu pula korban jiwa, tak satu jiwa pun yang menjadi korban dari peristiwa tersebut.
Berdasarkan laporan dari 12 Camat di 13 wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Katingan, lanjutnya, masyarakat setempat tidak ada yang merasakan getaran, terkecuali di wilayah Kecamatan Marikit saja. “Sehubungan dengan itu, saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Katingan agar tetap tenang dan tidak panik,” harapnya.
Karena, gempa yang terjadi di Kabupaten Katingan kemaren menurutnya tidak sama dengan gempa seperti yang terjadi di beberapa daerah lainnya, tapi berupa lempengan di dasar laut ada yang pecah. Sehingga, lempengan-lempengan yang pecah di dasar laut itulah yang mengakibatkan terjadinya getaran di tiga Desa tersebut.
Kalau menurut hasil analisa BKMG kata Markus, gempa Tektonik yang terjadi di Kabupaten Katingan pada hari Selasa (28/5) sore sekitar pukul 16.23 wib itu, memiliki parameter M=4, 0. Sedangkan Episenter gempa bumi terletak pada kordinat 0,96 LS dan 112.67 BT. “Tepatnya, berlokasi 15 KM Barat Laut Katingan-Kalteng, pada kedalaman 21 KM,” Jelas mantan Kabag Protokol ini. (Kas/Aw)












