Gaspol Infrastruktur! Bupati Jaya Turun Langsung, 15 Km Jalan Tanah Dikebut, Akses Terisolir Segera Terbuka!

Bupati Gumas, Jaya Samaya Monong didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas, Bambang Jaya melakukan peninjauan strategis pada Rabu (29/4/2026) di ruas jalan penghubung Kurun menuju Sepang.(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) dalam membenahi infrastruktur kembali ditunjukkan di lapangan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas, Bambang Jaya, mengungkapkan, dirinya mendampingi langsung Bupati Gumas, Jaya Samaya Monong, melakukan peninjauan strategis pada Rabu (29/4/2026) di ruas jalan penghubung Kurun menuju Sepang.
Ruas yang ditinjau yakni Tumbang Miwan–Tumbang Empas, sebuah jalur vital yang hingga kini masih berstatus jalan tanah tanpa perkerasan. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat perannya sebagai urat nadi mobilitas masyarakat.
“Penanganan yang kita lakukan bukan untuk menjadikan jalan ini langsung mantap beraspal, tetapi memastikan tetap fungsional dan bisa dilalui masyarakat,” tegas Bambang dibincangi pewarta di ruang kerjanya, Kamis (30/4/2026).
Bambang membeberkan, dengan mengerahkan alat berat, tim DPU saat ini tengah melakukan penanganan sepanjang kurang lebih 15 kilometer. Fokus utama adalah memperbaiki titik-titik kritis agar akses tidak terputus, terutama saat kondisi cuaca memburuk. Bambang optimistis, pekerjaan tersebut dapat dirampungkan dalam waktu 1 hingga 2 hari ke depan.
Tak berhenti di situ, Bambang menyebut,usai penanganan ruas tersebut, alat berat akan langsung digeser ke ruas lain yang tak kalah penting, yakni Tumbang Rahuyan–Sei Antai hingga Tumbang Tuwe. Di lokasi tersebut, excavator dan peralatan lainnya telah disiagakan untuk membuka badan jalan yang selama ini nyaris tak tersentuh pembangunan, sekaligus melakukan penimbunan di titik-titik rawan.
Selain jalan, perhatian juga tertuju pada infrastruktur jembatan. Dalam peninjauan itu, Bambang mengaku, rombongan melihat langsung Jembatan Sei Karau di wilayah belakang Kampuri, dengan panjang sekitar 50 meter. Jembatan ini diketahui telah rampung dibangun pada 2025 dan kini menjadi akses penting bagi warga setempat.
Namun, tantangan masih membayangi. Bambang mengakui masih terdapat dua jembatan kayu di kawasan tersebut yang belum tertangani secara permanen. Meski perencanaan teknis telah rampung, pembangunan terpaksa ditunda akibat keterbatasan anggaran.
“Ini memang kendala klasik ya. Perencanaannya sudah siap,tapi karena keterbatasan dana, sementara kita tunda dulu,” pungkasnya.
Langkah progresif ini menegaskan komitmen Pemkab Gumas dalam membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui percepatan pembangunan infrastruktur dasar dalam keterbatasan anggaran.(Nov/Aw)