Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gumas, Lurand.(Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mulai menggeliat dengan langkah besar penguatan ekonomi kerakyatan. Pembangunan puluhan Koperasi Merah Putih desa dan kelurahan resmi dimulai, menandai babak baru kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat di wilayah tersebut.
Sebanyak 23 koperasi desa/kelurahan kini mulai dibangun, dengan dukungan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026. Setiap unit koperasi mendapat suntikan anggaran sebesar Rp.3 miliar, dengan pelaksanaan pembangunan ditangani oleh PT Agrinas.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gumas, Lurand, mengungkapkan bahwa pembangunan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa.
“Sebanyak 23 koperasi merah putih desa/kelurahan sudah mulai dibangun dengan menggunakan dana APBN, masing-masing sebesar Rp3 miliar,” ujar Lurand, Senin (16/3/2026).
Lurand menjelaskan, koperasi yang mulai dibangun tersebar di berbagai desa dan kelurahan, di antaranya Rangan Tate, Luwuk Langkuas, Tumbang Marikoi, Tanjung Untung, Taringen, Pematang Limau, Tumbang Miwan, Tewang Pajangan, Rabambang, Penda Rangas, Takaras, Tumbang Mantuhe, Tajah Antang Raya, Jakatan Raya, Tumbang Lapan, Kasintu, Teluk Nyatu, Tumbang Talaken, Rabauh, Teluk Lawah, Petak Bahandang, Bangun Sari, hingga Fajar Harapan.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat kelembagaan koperasi di tingkat desa. Hingga saat ini, sebanyak 127 koperasi desa/kelurahan Merah Putih telah mendapatkan pembinaan intensif, dan seluruhnya telah memiliki badan hukum resmi.
“Sekarang sudah ada 127 koperasi yang kami bina, dan semuanya sudah berbadan hukum,” terang Lurand.
Ia menegaskan bahwa pembangunan koperasi tersebut mensyaratkan kesiapan desa, terutama terkait ketersediaan lahan yang telah bersertifikat. Hal ini penting karena pembangunan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.
“Jika lahannya sudah siap dan bersertifikat, kami segera laporkan ke pemerintah pusat untuk diverifikasi sehingga bisa langsung dibangun,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, menaruh harapan besar terhadap keberadaan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa. Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga usaha, tapi juga simbol kekuatan gotong royong masyarakat.
“Koperasi adalah salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong, kemandirian ekonomi, serta peningkatan daya saing produk lokal,” tegas Jaya.
Jaya juga menegaskan bahwa penguatan koperasi desa merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Gumas, yakni Program Tambun Bungai, yang mencakup lima pilar utama: Tambun Bungai Maju, Sehat, Cerdas, Mandiri, dan Bermartabat.
Dalam kerangka program tersebut, pembinaan koperasi Merah Putih masuk dalam prioritas utama pada pilar Tambun Bungai Mandiri, yang bertujuan menciptakan desa-desa yang kuat secara ekonomi dan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan koperasi ini, kabupaten Gumas diproyeksikan akan memiliki jaringan ekonomi desa yang semakin kokoh, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(No/Awv)











