Enam Kelurahan dan Desa Mulai Terendam Air di Montallat

BANJIR MONTALLAT-Personil Polsek dan Koramil Montallat sat melakukan monitoring banjir di beberapa desa di wilayah Montallat, Minggu (12/4) kemarin.(Media Dayak : ist)
Muara Teweh, Media Dayak
Setelah merendam ribuan rumah warga di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut), luapan Sungai Barito terus berlanjut ke wilayah hilir, di antaranya Kecamatan Montallat, yang berada wilayah perbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan (Barsel).
Kapolres Barito Utara, AKBP Dodo Hendro Kusuma melalui Kapolsek Montallat AKP Fry Mayedi Sastrawan, Minggu (12/4) malam mengatakan pihak Tripika melakukan monitoring dan patroli antisipasi bencana banjir di wilayah Kecamatan Montallat.
“Dari hasil monitoring sejak Minggu siang memperlihatkan di Kelurahan Montallat I dan Malegoi perkiraan ketinggian air 2,5 meter. Fasilitas umum yang terendam air, yakni Pustu, kantor Kelurahan, dan mushola. Sedangkan jumlah rumah terendam air 12 rumah dengan ketinggian air terdalam 1,5 meter,” kata Kapolsek Montallat.
Sementara, di Kelurahan Montallat II perkiraan ketinggian air 1,5 meter. Jumlah fasilitas umum yang terendam 8 buah, yaitu SD, SMA Pustu, kantor Kelurahan, dan Mushola. Jumlah rumah terendam air sekitar 25 rumah dengan ketinggian air terdalam 0,5 meter.
Kemudian kata Fry Mayedy untuk di Kelurahan Tumpung Laung I perkiraan ketinggian air 0,5 meter. Fasilitas umum yang terendam sebuah mushola, dua rumah dengan ketinggian air 20 cm.
Lebih lanjut Fry mengatakan di Kelurahan Tumpung Laung II perkiraan ketinggian air 1 meter. “Tetapi belum ada fasilitas umum dan rumah warga yang terendam air. Sedangkan di Desa Sikan perkiraan ketinggian air 0,5 meter. Fasilitas umum mushola dan dua rumah warga,” kata dia.
Di Desa Ruji perkiraan ketinggian air mencapai 0,5 meter. Sebuah kantor desa dan tiga rumah warga terendam air. Di Desa Rubei di perkiraan ketinggian mencapai 0,5 meter. “Tercatat satu rumah warga kebanjiran,” jelasnya.
Sementara, di Desa Pepas perkiraan ketinggian mencapai 1 meter. Ada dua rumah warga yang terendam banjir. Di Desa Paring Lahung perkiraan ketinggian air 0,5 meter dan Kamawen perkiraan ketinggian air 20 cm, belum ada fasilitas umum dan rumah warga yang tergenang air.
“Kami minta warga waspada, karena kemungkinan esok debit air Sungai Barito masih meningkat. Kegiatan pemantauan banjir di wilayah rawan banjir, Malegoi, terus kita lalukan bersama unsur Tripika,” kata Fry Mayedi.(lna)