Embung Mulai BerfungsiPetani Desa Simpang Bangkuang Tanam Padi

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur bersama Kepala Desa Simpang Bangkuang dengan latar belakang embung.(Foto Media Dayak/Gus)
Tamiang Layang, Media Dayak
Embung yang dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun anggaran 2019 mulai berfungsi, petani di desa Simpang Bangkuang, kecamatan Paku mulai menanam padi pada sawah yang dialiri air dari embung tersebut.
Menurut kepala desa Simpang Bengkoang, Awatno Dawau, saat ini sawah yang dapat dialiri oleh embung tersebut sekitar 30 hektar dari jumlah 50 hektar luas sawah hasil program cetak sawah tahun 2017 di lokasi itu.
“Kita berharap bantuan pemerintah lagi untuk pembuatan pintu air dan saluran tersier agar sawah yang 20 hektar dapat teraliri air dan difungsikan secara optimal,” kata Awatno di desa Simpang Bangkuang, Minggu, (15/12).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur Riza Rahmadi mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya di lokasi itu jika musim hujan mengalami kebanjiran dan pada saat kemarau lahan tersebut mengalami kekeringan.
“Karena itu tahun 2019 ini kita coba mengelola air di lokasi ini dengan membangun embung dan sekarang mulai difungsikan oleh petani untuk mengairi sawah,” kata Riza.
Pada tahun-tahun berikutnya, lanjutnya, Dinas pertanian akan mengupayakan agar dibangun saluran irigasi penunjang maupun pintu air sehingga petani di Desa Simpang Bangkuang dapat menggarap lahan sawahnya dengan maksimal.
Namun, Riza berpesan agar lahan cetak sawah yang telah dibuat oleh pemerintah tidak dialihfungsikan oleh petani untuk menanam komoditas yang lain selain padi.
“Jangan sampai nanti petani mengalihfungsikan lahan cetak sawah
ini menjadi kebun sawit, karet maupun kolam ikan sehingga Dinas Pertanian bisa fokus membantu petani untuk optimalisasi lahan sawah,” imbuh Riza.
“Dengan dikelolanya air ini dengan baik, selain padi petani juga bisa bertanam sayur-sayuran,” pungkasnya.(Gus)