DAM TRINSING-Bupati Barito Utara H Nadalsyah bersama Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, dan Plt Kadis KPP Barito Utara, Sugeng berjalan di jembatan Dam Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, kamis kemarin.(Media Dayak : Lana)
Muara Teweh, Media Dayak
Bupati Barito Utara (Barut) H Nadalsyah mengatakan, terkait kegiatan ilegal fishing, Pemkab Barito Utara akan bekerjasama dengan pihak aparat penegak hukum dalam hal penindakan kegiatan ilegal fishing.
“Karena efek negatif dari ilegal fishing ini sangat tinggi sekali, terutama populasi ikan yang ada di sungai lebih cepat punah, dan juga bila di konsumsi akan berbahaya bagi kesehatan,” kata bupati Nadalsyah usai melakukan restocking di Dam Trinsing, Kamis (21/11) kemarin.
Selain itu katanya, efek negatifnya terutama bagi anak-anak dan orang dewasa yang mengkonsumsi ikan dari hasil ilegal fishing akan terkontaminasi penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara medis.
“Ini yang menjadi PR kita, pemerintah kabupaten Barito Utara. Banyak laporan dan masukan baik dari warga, WWI dan penjaga pantai, bahwa banyak kegiatan ilegal fishing saat ini sangat marak, karena mereka tidak memikirkan untuk jangka panjangnya,” kata bupati yang akrab disapa H Koyem ini.
Sementara, Plt Kadis KPP Barito Utara, Ir Sugeng mengatakan, akan menindaklanjuti arahan dari Bupati Barito Utara. Untuk melakukan restocking di beberapa perairan seperti danau Butong, Dam Terinsing, Dam Trahean dan di sungai Barito.
“Hal ini dilakukan dalam rangka agar ikan-ikan di daerah kita ini tidak punah begitu saja. Karena apa yang dikatakan olah bapak bupati tadi ilegal fishing marak sekali di daerah ini. Untuk itu secara efektif setiap enam bulan sekali kita menindak lanjuti untuk penaburan benih ikan-ikan di wilayah Barito Utara,” kata Sugeng.
Plt Kadis KPP Sugeng juga mengatakan, bahwa musim kemarau yang berkepanjangan ini juga akan berdampak terhadap ekonomi, terutama usaha-usaha bidang perikanan. Ikan kita produktifitasnya akan menurun dan pembenihan yang berada ditiga tempat juga menurun.
“Untuk itu, langkah-langkah kita dalam waktu satu setengah bulan ini akan kita genjot. Dan perlu saya sampaikan bahwa produktifias sudah meningkat di BBI Lahei ada 6 ribu gurami dalam waktu satu bulan lalu, di BBI Trinsing ada ikan nila, ikan mas dan ikan-ikan lainnya, serta di Dinas KPP ada ikan nila dan ikan lele,” ucap Sugeng. (lna)













