Bupati Katingan Sakariyas didampingi kepala DLH Hap Baperdo saat menjamu sejumlah tamu dengan puluhan durian Kasongan jenis otak udang, di tempat wisata RTH, Jalan Tjilik Riwut KM 2, 5 Kasongan, baru-baru tadi. (Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Buah durian Kasongan Kabupaten Katingan saat ini tidak menunggu musim lagi. Karena, mulai berkembang hingga berbuah tidak berbarengan di kebun yang ada di masing-masing Desa dan wilayah Kecamatan di Katingan. Demikian yang dikatakan Bupati Katingan Sakariyas, saat dirinya mengujungi tempat wisata RTH, di Jalan Tjilik Riwut KM 2, 5 Kasongan sambil menyuguhkan kepada tamu yang juga saat itu berkunjung ke RTH tersebut, baru-baru tadi.
Sekedar diketahui, pohon durian di Kabupaten Katingan ini, dari 13 wilayah Kecamatan ini menurutnya, hanya empat hingga lima kecamatan saja yang tidak ditumbuhi pohon durian. “Dua diantaranya adalah di Kecamatan Katingan Kuala dan Kec Kecamatan Mendawai,” sebutnya.
Dan dari 8 wilayah kecamatan yang ditumbuhi pohon durian secara alami seperti di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan Tewang Sangalang Garing (TSG), Katingan Hulu, Pulau Malan, Katingan Hulu, Tasik Payawan dan di wilayah Kecamatan bagian hulu lainnya.
Selanjutnya, dari 8 wilayah Kecamatan tersebut, menurutnya disamping jenis pohon duriannya berbeda-beda, berbuahnya-pun tidak berbarengan. Sehingga, hal ini membuat durian yang dijual di pasaran tidak lagi bermusim, “Tapi, selalu ada di pasaran,” terangnya.
Meskipun tidak setiap hari, lanjutnya, tapi paling tidak satu hingga dua bulan selalu ada di pasaran. Sehingga, dalam satu tahun, empat hingga lima kali, buah durian dapat dipastikan ada di pasaran.
Adapun jenis durian Katingan yang terkenal dan selalu disenangi oleh konsumen lokal hingga konsumen dari Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kslsel), serta dari luar daerah lainnya, adalah jenis Gelapir yang sudah memiliki sertifikat dari Kementerian Pertanian, Otak Udang dan Mentega, durian Mentega dan durian Otak Udang serta durian jenis lainnya.
Adapun penyebab disenangi oleh konsumen durian berbagai jenis tersebut menurutnya, selain isinya tebal, arromanya pun sangat menyengat. “Kalau aromanya, yang khas dalam hitungan jarak 100 meter saja sudah tercium,” aku orang nomor satu di bumi Penyang Hinje Simpei ini. (Kas/Lsn)













