Dua Sekolah Di Desa Penopa Kekurangan Tenaga Pendidik

MEMBUTUHKAN – SD Negeri Penopa dan SD Bina Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah membutuhkan tenaga pendidik guru dan perumahan bagi guru, nampak murid SD Bina Desa Penopa sedang menunggu jemputan bis sekolah, Senin (11/3). (Foto Media Dayak/Antara Kalteng)

Nanga Bulik, Media Dayak

 Sekretaris Desa (Sekdes) Penopa, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Bulek, menyebut, dua sekolah dasar yang berada di wilayah administrasi desa setempat, sampai saat ini masih kekurangan tenaga pendidik.

Usulan penambahan tenaga pendidik atau guru melalui Musyawarah Rencana Pembangunan di tingkat desa (Musrenbang) setiap tahun diajukan, namun hingga saat ini belum ada realisasi, ucap dia di kantor desa setempat, Senin (11/03).

“Setiap Musrenbang kita ajukan sebagai usulan prioritas, namun hingga saat ini belum ada realisasinya,”katanya.

Dikatakannya, kekurangan tenaga pendidik di dua sekolah dasar tersebut, adalah di SD Negeri Penopa, sebanyak 1 orang dan SD Bina Desa Penopa, sebanyak 2 orang tenaga guru.

Dijelaskannya, seperti di SD Bina Desa Penopa, dengan jumlah murid lebih dari 80 orang, sekolah tersebut hanya memiliki lima ruang kelas, sehingga untuk mensiasatinya maka kelas V dan kelas VI digabung menjadi satu.

                                                                                                                   

“Penggabungan juga sekaligus untuk mensiasati keterbatasan tenaga pendidik, saat ini hanya ada lima tenaga pendidik, namun satu orang guru dikabarkan justru malah pindah ke sekolah di kota Bulik,”ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi sarana dan prasarana penunjang lainnya, seperti perumahan guru, pasalnya hingga saat ini kedua sekolah dasar tersebut tidak memiliki perumahan guru.

Pengadaan perumahan guru tersebut dipandang penting, untuk memangkas waktu para guru yang harus pulang pergi dari rumah mereka ke sekolah.

“Ada beberapa guru yang harus pulang pergi dari Nanga Bulik ke sekolah, lumayan sekitar satu jam setengah estimasi waktu tempuhnya, kita benar – benar berharap agar persoalan perumahan guru maupun penambahan tenaga pendidik, agar menjadi perhatian pemerintah daerah,”pungkas Bulek. (Ant)