Draienase Belum mampu halau Air Hujan

Handoyo J Wibowo

Sampit, Media Dayak

Sejumlah drainase yang ada di Kota Sampit dinilai tidak mampu menampung debit air hujan yang begitu deras. Maka dari itu diharapkan pemerintah daerah bersama dengan masyarakat menggalakan kegiatan pembersihan drainase secara total.

“Pada dasarnya kemampuan drainase untuk mengalirkan air ke sungai pembuangan tidak maksimal. Hal ini dikarenakan tidak sedikit drainase yang ada sudah tidak dilakukan normalisasi dan juga tertutup oileh sampah-sampah bangunan,”kata Handoyo J Wibowo.

Handoyo mengakui untuk wilayah Baamang pun banyak pemukiman yang terendam seperti halnya di jalan Cristophel Mihing, Walter Condrad kebanyakan rumah-raumah warga terendam banjir setelah diguyur hujan.

“Memang drainase mereka sudah ada tapi kemampuan untuk mengalirkan debit air hujan yang deras sampai 7 jam di kemarin itu sangatklah tidak normal, “kata dia.

Handoyo memperkirakan kondisi hujan yang sampai 3 kali dalam sehari ini sampai pada akhir tahun 2021 mendatang. “Kalau perkirakan cuaca ya sampai akhir tahun memang begini November memang sudah bulannya hujan sudah jadi siklus tahunan,”ujar dia.

Handoyo menyarankan untuk selanjutnya pemerintah melakukan pengerukan bear-besaran di sungai pengeriangan sepeti di Sungai Baamang dan Sungai Mentawa, Sungai di Suka Bumi huga harus dilakukan pengerukan untuk bisa menampung pembuangan air yang saat ini tumpah di pemukiman.

“Solusinya harus dilakukan pengerukan semua sungai-sungai induk oleh pemerintah daerah. Sementara untuk drainase di arela permukiman bisa disiasati dengan kegiatan gotong royong rutin yang dipimpin masing-masing RT, karena menghadapi situasi begini tidak mungkin hanya menyerahkan ke peemrintah tetapi juga pesan aktif kita sebagai warga masyarakat juga paling penting,”tandasnya. (Em/Lsn)