DPRD Kalteng Dorong Penggunaan Pelat KH untuk Tingkatkan PAD Daerah

Anggota DPRD Provinsi Kalteng Siti Nafsiah (DPRD Kalteng)

Palangka Raya, Media Dayak

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan pelat nomor kendaraan dengan kode KH. Langkah ini dianggap strategis dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang nantinya akan berdampak positif pada pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kalteng.
 
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat, khususnya pemilik kendaraan pribadi, untuk menggunakan pelat nomor sesuai domisili.
 
“Masih banyak kendaraan yang beroperasi di Kalteng namun menggunakan pelat dari luar daerah. Akibatnya, potensi penerimaan pajak justru mengalir ke provinsi lain,” ujarnya, Sabtu (14/6).
 
Menurutnya, jika seluruh kendaraan yang berdomisili dan beroperasi di Kalteng menggunakan pelat KH, maka kontribusi terhadap PAD akan meningkat secara signifikan. “Peningkatan PAD sangat penting untuk mendukung pembiayaan program pembangunan daerah, seperti perbaikan jalan, layanan kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
 
DPRD Kalteng juga mendorong Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait untuk lebih aktif melakukan sosialisasi serta memberikan kemudahan dalam proses mutasi kendaraan. Salah satu upaya yang didorong adalah melalui program pemutihan pajak atau penghapusan denda administrasi, guna meringankan beban masyarakat dalam proses perubahan data kendaraan.
 
“Kami mengapresiasi langkah Pemprov Kalteng yang akan menggelar program pemutihan pajak kendaraan mulai 23 Juni hingga 23 September 2025. Ini merupakan kebijakan yang pro rakyat dan patut didukung,” tambahnya.
 
Dengan adanya kesadaran kolektif dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, DPRD optimistis penggunaan pelat KH akan meningkat. “Ini bukan sekadar urusan administrasi, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama untuk membangun Kalteng yang lebih mandiri secara fiskal dan berdaya saing ke depan,” tutupnya. (YM/Aw)