DPRD Kalteng Dorong Pemda Inovatif Hadapi Pemangkasan Dana TKD

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta untuk lebih inovatif dan berhati-hati dalam mengelola keuangan daerah. Permintaan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, menyusul adanya pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 oleh pemerintah pusat.
Ia menilai, kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah agar tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat, melainkan juga mampu menggali sumber pendapatan baru dari potensi yang ada di daerah.
“Pemangkasan TKD ini menjadi tantangan bagi kita semua agar lebih kreatif dalam mencari solusi pembiayaan pembangunan,” ungkap Sudarsono, legislator dari Fraksi Golkar tersebut, Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, penurunan TKD sekitar 45 persen menjadi pukulan berat bagi daerah, namun hal itu tidak bisa dihindari. Karena itu, ia menekankan pentingnya efisiensi dan prioritas pada program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah meninjau kembali kegiatan yang bersifat seremonial atau tidak mendesak, sehingga alokasi anggaran bisa lebih tepat sasaran dan produktif.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalteng menyatakan siap melakukan penyesuaian anggaran di berbagai sektor. Pemprov akan fokus menjaga keberlanjutan layanan publik sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen mengoptimalkan potensi ekonomi lokal seperti sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM. Upaya ini diharapkan mampu menopang pembangunan Kalteng di tengah keterbatasan dana transfer dari pusat.(YM/Aw)