DPRD Gumas Desak PLN Buktikan Janji, Jangan Biarkan Rakyat dan Pelaku Usaha Terus Menanggung Kerugian Akibat Pemadaman!

Anggota DPRD Gumas Singong.(Media Dayak/Novri J H)

Kuala Kurun, Media Dayak

Pernyataan Manejer PLN ULP Kuala Kurun, Satria Kende yang menjelaskan penyebab pemadaman listrik bergilir akibat gangguan sistem interkoneksi Kalselteng mendapat tanggapan serius dari kalangan Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas). Anggota DPRD Gumas Singong mengatakan, masyarakat tentu dapat memahami apabila gangguan tersebut benar-benar disebabkan faktor teknis, namun yang paling dibutuhkan saat ini bukan sekedar penjelasan, melainkan kepastian bahwa kondisi tersebut segera dipulihkan.

Singong menegaskan, listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga roda perekonomian. Karena itu, pemadaman yang terjadi berulang kali telah menimbulkan dampak yang sangat luas dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

“Kami menghargai keterbukaan PLN yang telah menjelaskan penyebab gangguan sistem. Tetapi masyarakat sudah terlalu sering mendengar penjelasan.Yang mereka tunggu sekarang adalah bukti nyata bahwa pelayanan benar-benar kembali normal sesuai target yang telah disampaikan,” tegas Singong, Sabtu (1/8/2026).

Politisi Perindo itu mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat maupun pelaku usaha yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman listrik bergilir. Tidak sedikit usaha kecil, rumah makan, toko, hingga pelaku UMKM yang kehilangan pendapatan karena aktivitas usahanya terganggu.

“Kerugian yang dialami masyarakat bukan hanya soal padamnya lampu. Ada usaha yang berhenti beroperasi, bahan makanan rusak, aktivitas ekonomi terganggu, bahkan pelayanan kepada masyarakat ikut terdampak. Ini harus menjadi perhatian serius PLN,” serunya.

Pemilik Hotel Lising itu menilai target pengoperasian kembali sejumlah pembangkit pada awal hingga akhir Agustus harus benar-benar diwujudkan.Ia menegaskan, target tersebut tidak boleh hanya menjadi janji yang kemudian kembali mundur karena masyarakat sudah terlalu lama menanggung konsekuensi dari krisis pasokan listrik.

“Kalau PLN sudah menyampaikan target kepada publik, maka target itu harus dipenuhi. Jangan sampai kepercayaan masyarakat kembali terkikis karena adanya penundaan atau muncul alasan baru. Kepercayaan dibangun melalui hasil, bukan hanya melalui pernyataan,” tegasnya.

Singong juga meminta PLN meningkatkan transparansi kepada masyarakat dengan menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses setiap kali terjadi gangguan maupun perubahan jadwal pemadaman. Komunikasi yang terbuka, menurutnya, akan mengurangi keresahan masyarakat sekaligus mencegah munculnya berbagai spekulasi.

“Jangan biarkan masyarakat menunggu tanpa kepastian. Informasi harus disampaikan secara terbuka sehingga warga bisa mengatur aktivitas mereka. Transparansi merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus dijaga,” ucapnya.

Terkait tuntutan kompensasi dari sebagian pelanggan yang merasa dirugikan, Singong meminta PLN tidak hanya berpegang pada alasan belum adanya aturan khusus,tapi juga menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui langkah-langkah solutif yang tetap berada dalam koridor regulasi.

“Kalau memang regulasi belum mengatur secara khusus mengenai ganti rugi seperti yang berkembang di masyarakat, setidaknya PLN harus menunjukkan empati dan mencari solusi terbaik yang tidak bertentangan dengan ketentuan. Jangan sampai masyarakat merasa seluruh beban kerugian harus mereka tanggung sendiri,” cetusnya.

Sebagai wakil rakyat, Singong memastikan DPRD Gumas akan terus mengawal persoalan kelistrikan di daerah tersebut. Ia berharap seluruh pembangkit yang sedang dalam proses pemulihan dapat kembali beroperasi sesuai jadwal sehingga aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan pelayanan publik dapat berjalan normal tanpa dihantui pemadaman bergilir.

“Kami ingin persoalan ini segera berakhir. Masyarakat Gunung Mas berhak mendapatkan pelayanan listrik yang andal, stabil, dan berkualitas. PLN harus menjadikan kondisi ini sebagai momentum melakukan pembenahan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang,” tandas Singong.(Nov/Aw)