DPRD Gumas Apresiasi Launching Sekolah Lansia Barigas

Waket I DPRD Gumas Binartha. (Media Dayak/Novri JKH)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyambut baik launching Sekolah Lansia Barigas yang merupakan akronim dari Bahagia, Mandiri, Giat, Sehat dan Sejahtera di Posyandu Lansia Anggrek Kerta Wredatama Jalan A Runting Gang Swadaya nomor 96a Kelurahan Kuala Kurun.

“Sekolah lansia Barigas sangat baik bagi para lansia untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif serta bermartabat dalam 7 dimensi lansia tangguh secara utuh yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara,” kata Wakil Ketua (Waket) I DPRD Gumas Binartha, Senin (26/2) melalui aplikasi pesan.

Menurutnya, sekolah lansia merupakan pendidikan non formal, sebagai upaya memberikan informasi, pelatihan tentang kesehatan, keagamaan, sosial, budaya sehingga lansia dapat hidup sejahtera.

“Dengan masuk sekolah lansia, akan terwujud lansia yang mandiri, gembira, produkdif dan kreatif,” ucap Obin panggilan karib Binartha.

Sekolah lansia Barigas dilaunching Wakil Bupati (Wabup) Gumas Efrensia LP Umbing.

Membacakan sambutan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Efrensia mengatakan, sekolah lansia Barigas yang dilaunching sejalan dengan visi dibentuknya sekolah lansia yaitu untuk mewujudkan lansia yang Smart (Sehat,Mandiri,Aktif dan Produktif) serta Bermartabat dalam 7 dimensi lansia tangguh secara utuh yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara.

“Tujuh dimensi lansia, yakni spiritual, fisik, intelektual,  emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan,” kata Efrens.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi lansia adalah masalah kesehatan, dimana menurut WHO beban kesehatan lansia di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah berasal dari

penyakit-penyakit seperti jantung, stroke, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran,” ujar Efrens melanjutkan.

Menurut Efrens, upaya agar lansia tetap mempertahankan kemandirian, sehat, aktif dan produktif sangat esensial, karena kesehatan yang buruk pada lansia tidak hanya berdampak bagi individu tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas.

“Sekolah lansia menjadi salah satu wadah dalam membentuk lansia tangguh dan mandiri karena sekolah lansia tidak hanya sekedar mempelajari aspek fisik, namun di dalamnya memiliki keterkaitan antar elemen baik fisik, sosial, psikologis, ekonomi dan spiritual,” tutur Efrens.

“Sekolah lansia adalah salah satu upaya pendidikan secara non formal yang dilakukan sepanjang hayat bagi lansia,” imbuh dia, seraya berharap sekolah lansia dapat tersebar di kecamatan lainnya di Gumas, sehingga lansia di Gumas menjadi lansia yang smart. (Nov/Lsn)

 

 

 

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait