DPRD Dukung Akreditasi RSUD Mas Amsyar

Marwan Susanto S Sos, ketua DPRD Katingan (Media Dayak/Ist)
KASONGAN, Media Dayak
Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan sangat mendukung dilakukannya akeditasi RSUD Mas Amsyar – Kasongan. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan akreditasi rumah sakit tersebut, yang tadinya hanya memperoleh akreditasi dasar/perdana, bias meningkat menjadi akreditasinya menjadi lebih tinggi, Dan Alan lebih baik lagi menjadi paripurna,“ kata Marwan Susanto keypad sejumlah media, Selasa (19/11) pagi kemaren, di RSUD Mas Amsyar – Kasongan, usai menghadiri kegiatan survey jelang akreditasi RSUD Mas Amsyar.
Jika RSUD Mas Amsyar Kasongan ini dapat memperoleh akreditasi perdana menjadi media atau bahkan bisa meningkat akreditasinya menjadi rumah sakit paripurna, yang bangga bukan hanya pihak RSUD ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan saja, tapi juga para wakil Rakyat dan seleuruh elemen masyarakat.
Untuk meningkatkan akreditasi perdana ke tingkat media, dan bahkan sampai ke tingkat paripurna menurutnya, ada banyak hal yang harus dibenahi di RSUD Mas Amsyar ini. “Diantaranya, bangunan fisiknya, sarana-prasarana, alat kesehatan (alkes), pelayanan langsung dari tenaga kesehatan kepada pasien/masyarakat dan ketersediaan obat-obatan serta beberapa hal lainnya,“ terangnya.
Untuk memperoleh akreditasi paripurna, satu-satunya rumah sakit milik Pemkab Katingan ini menurutnya butuh perjuangan dan upaya yang panjang. Bukan hanya satu atau dua tahun langsung bisa tercapai, dan bukan hanya seorang diri saja yang memperjuangkannya, tapi perlu waktu bertahun-tahun. “Sedangkan yang memperjuangkannya, bukan hanya pemda saja tapi didukung pula oleh semua elemen masyarakat beserta wakil rakyatnya,“ akunya.
Terkait dengan upaya untuk meningkatkan akreditasi dimaksud, sejak beberapa tahun yang lalu hingga sekarang beberapa upaya menurutnya sudah dilakukan. Baik upaya peningkatan dari sisi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Katingan saat berobat di RSUD Mas Amsyar maupun dari sisi pelayanan umumnya, kebersihan ruangan/kamar rawat inapnya serta ketersediaan obat-obatan dan alkesnya.
Sedangkan terkait dengan seringnya kekosongan obat-obatan di RSUD tersebut, meskipun secara teknis yang lebih mengetahui problem ini adalah pihak rumah sakit itu sendiri, namun dirinya berharap dengan sangat agar problem seringnya kekosongan obat-obatan di rumah sakit ini dicari akar masalahnya. “Kemudian, dicari solusi terbaiknya. Sehingga, ke depannya jangan lagi sampai terjadi,“ harap anggota dewan yang juga mantan birokrat ini. Kas)