Distransnaker Adakan Pelatihan Kuliner

MEMPRKATEKAN – 24 IRT peserta pelatihan kuliner di Katingan saat mepraktekan ilmu yang diperolehnya dari instruktur tentang berbagai jenis kuliner, Senin pagi (31/5) di aula Distransnaker Kabupaten Katingan. (Media Dayak/Kas)

Kasongan, Media Dayak

Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Katingan adakan pelatihan Kuliner, Senin pagi (31/05), di aula Distransnaker setempat. Sedangkan pesertanya, adalah masyarakat Katingan, terutama para Ibu Rumah Tangga (IRT) yang jumlahnya sekitar 24 orang. Dari 24 orang tersebut berasal dari 13 kecamatan. Sementara instrukturnya adalah orang yang benar-benar akhli dalam mengolah berbagai jenis kuliner,yaitu Nenni.

Sementara, Kepala Distransnaker Kabupaten Katingan, Alyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Culing Boy saat dikonfirmasi tentang maksud dan tujuan dilaksanakannya pelatihan Kuliner dimaksud adalah untuk menambah keterampilan masyarakat, terutama para IRT di Kabupaten Katingan. “Sehingga, ilmu yang didapat dari instruktur nantinya bisa dikembangkan untuk home industri,”jelas Culing Boy.

Jika bisa dikembangkan menjadi home industri, menurutnya hasil yang mereka peroleh diharapkan bisa menambah penghasilan, guna membantu suaminya dalam meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya. “Sehingga, dari keluarga yang pra sejahtera bisa meningkat menjadi keluarga sejahtera,”harapnya.

Sedangkan kue yang diajarkan kepada peserta, diantaranya kue bakpau, kue totibsis, kue donat, kue bronis, kue fitza ekonomis dan puluhan kue lainnya. Terkait dengan pelatihan Kuliner ini, dirinya berharap kepada semua peserta agar bersungguh-sungguh memperhatikan apa yang diajarkan oleh instrukturnya, baik di saat instruktur memberikan arahan melalui teori maupun saat ilmu yang kita dapatkan tersebut melalui praktek. “Karena, untuk pelatihan Kuliner ini satu syarat saja tidak terpenuhi atau kurang, kue yang akan kita buat nanti bisa rusak dan tidak bisa dijual kepada konsumen,”katanya.

Menjawab pertanyaan media, dirinya membenarkan, setelah pelatihan Kuliner untuk IRT ini, pekan akan datang ada lagi pelatihan lainnya, khusus untuk bapak-bapak atau kepala rumah tangga, terutama yang berniat untuk menjadi pertukangan, baik pertukangan rumah/gedung maupun pertukangan di bidang mubailer. “Meskipun pesertanya biasanya dari kaum Adam, tapi tidak menutup kemungkinan kaum hawa pun diperkenan untuk menjadi peserta,”pungkasnya. (Kas/Rsn)