Dispursip Kalteng Terus Berupaya Tingkatkan Literasi Masyarakat

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng Nunu Adriani Edy Pratowo. (Media Dayak Yanting)
Palangka Raya, Media Dayak
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalteng Nunu Andriani Edy Pratowo mengungkapkan dalam menghadapi era digital, upaya meningkatkan literasi masyarakat menjadi hal yang semakin penting.
“Meningkatkan literasi berarti meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memperoleh informasi dengan mudah dan memperoleh pengetahuan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan hidup saat ini,” ungkapnya saat ditemui awak media, Kamis (11/1).
Ia menyebut, perpustakaan tidak hanya tempat membaca saja, perpustakaan merupakan tempat belajar tempat belajar sepanjang hayat untuk masyarakat menimba ilmu dan berbagai pengetahuan.
“Oleh karena itu, peran perpustakaan harus semakin penting dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin meningkatkan literasi,” katanya menambahkan.
Diakui Nunu berbagai bentuk program literasi yang dilakukan oleh Dispursip Kalteng telah sukses meningkatkan 50-60 persen literasi masyarakat, dan survei Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) pada tahun 2023 menempatkan Provinsi Kalteng pada posisi tinggi, di antara daerah-daerah lainnya di Indonesia.
“Kemudian jumlah kunjungan ke perpustakaan di Kalteng juga alami peningkatan hingga 83 persen, dari 9.152 kali pada tahun 2022 menjadi 16.730 kali pada tahun 2023. Peminjaman buku pun meningkat sebesar 38 persen, dari 9.152 kali menjadi 12.661 kali, dengan penambahan koleksi buku sebesar 76 persen, dari 582 buku di tahun 2022 menjadi 1.024 di tahun 2023,” bebernya.
Selain menjalankan program berkaitan dengan tingkat kunjungan ke perpustakaan, Dispursip Kalteng juga mencoba untuk menggandeng UMKM melalui program Kabali. Kabali atau kolaborasi antar lembaga secara holistik berbasis literasi digital, menjadi strategi yang menjadi fokus dalam upaya meningkatkan literasi di Kalteng.
“Kabali pun menjadi new model implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang menjadikan penggunaan teknologi digital dan kolaborasi bersama para stakeholders dalam meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM,” jelasnya.
Nunu mengungkapkan pada tahun 2023 program Kabali dimulai dengan Festival Literasi yang melibatkan tiga perguruan tinggi, enam lembaga dan 15 UMKM, dan dikunjungi oleh lebih dari 2.500 orang selama 6 hari pelaksanaan.
“Pada Tahun 2024 Dispursip Kalteng sudah menyiapkan berbagai rencana strategis diantaranya peningkatan literatur dan fasilitas layanan, penguatan ekstension dan diversifikasi layanan perpustakaan melalui layanan perpustakaan keliling, pos baca, inisiasi kerja sama, dan multimedia,” ungkapnya.
Selanjutnya sambung Nunu kami juga akan melakukan penguatan Kabali dengan membangun coworking space dan café, yang nantinya selain dimanfaatkan oleh pengunjung, juga sebagai inkubator UMKM, direncanakan akan ada 10 kali kelas entrepreneur.
“Harapannya dalam tahun ini, (2024, red) ada entrepreneur muda yang lahir dari proses inkubasi Kabali di Perpustakaan Kalteng,” tutupnya menyampaikan harapan (YM/AW)