Kepala Dinas Dispursip Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari, foto bersama usai penandatanganan Nota MoU dan Rakor penyusunan Action Plan Literasi 2026 di Aula Dispursip Kalteng, Kamis (18/12/2025)(Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya peningkatan budaya baca masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama 8 lembaga dan komunitas literasi, yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi penyusunan Action Plan bersama 8 lembaga lainnya yang telah lebih dulu menandatangani MoU.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan visi antara pemerintah daerah dan para penggerak literasi guna menciptakan ekosistem baca yang inklusif dan berkelanjutan di Kalteng.
Sebanyak 16 lembaga dan komunitas lintas sektor terlibat dalam kerja sama tersebut, di antaranya Kanwil Kementerian Agama Kalteng, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), LPKA Palangka Raya, MTs Fathul Jannah Palangka Raya, Komunitas Pensil Kita, Komunitas Huma Sarita.
Taman Baca Laskar Pelangi, Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng, Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Polairud Polda Kalteng, SMA Negeri 1 Palangka Raya, SD Islam Darussalam Palangka Raya, TK Kristen Rajawali Sakti 3 Palangka Raya, TBM Rumah Baca Bahijau, Forum TBM Provinsi Kalteng, serta Yayasan Utus Lewu.
Kepala Dispursip Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini merupakan kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia di Bumi Tambun Bungai, sejalan dengan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Tahun 2025–2030.
“Pembangunan budaya literasi tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kehadiran 16 lembaga dan komunitas hari ini menjadi energi baru bagi kami agar program literasi dapat menjangkau seluruh wilayah Kalteng,” ujarnya di Aula Dispursip Kalteng Lantai 3, Jalan AIS Nasution Nomor 11, Kamis (18/12/2025).
Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk menyusun Action Plan Literasi Tahun 2026 sebagai peta jalan kegiatan literasi selama satu tahun ke depan.
Beberapa poin utama yang disepakati dalam rencana aksi tersebut antara lain pemanfaatan perpustakaan keliling, layanan pinjam pakai buku, inventarisasi koleksi buku untuk hibah, serta komitmen para mitra untuk mengajak anggota dan masyarakat berkunjung serta menjadi anggota Perpustakaan Kalteng.
Melalui koordinasi yang terukur dan kolaboratif ini, Dispursip Kalteng optimistis budaya baca dan indeks literasi masyarakat akan meningkat secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.(Rls/YM/Aw)









