Diskes Kalteng Targetkan Penurunan Stunting Mencapai Target 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul (Media Dayak/Media Dayak Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteh Suyuti Syamsul menyatakan setiap tahun memang stunting di Kalteng terus mengalami penurunan. Lantaran, pada riset kesehatan daerah (Riskesdas) stunting di Kalteng pada 2018 berada di angka 34 persen. 

Sehingga, diakui Suyuti jajarannya memiliki target moderat stunting di Kalteng menurun berada di angka 22 persen pada 2021 ini 

“Angka masalah kesehatan khususnya stunting di Kalteng masih cukup tinggi, sehingga menjadi salah satu target yang harus diturunkan bahkan menjadi target pada pembangunan nasional,” terangnya baru-baru ini.

Pasalnya, menurut Suyuti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menargetkan stunting di Kalteng turun sesuai target yang dktentukan. Selanjutnya target itu di susul pada 2023 berada di angka 19 persen dan pada 2024 menjadi 14 persen, angka ini menjadi target yang sesuai dengan pembangunan nasional.

“Pada dasarnya penanganan stunting saat ini leading sektornya berada di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dinkes menjadi salah satu unsur dalam hal penanganan teknis di lapangan,” paparnya.

Sementara, katanya melanjutkan, tugas Dinkes dalam penanganan ini seperti pelaku imunisasi di posyandu atau memberikan tambahan makanan pada anak-anak.

Diakui Kepala Dinkes Kalteng ini, memang stunting merupakan salah satu penyakit yang disebabkan kekurangan gizi pada anak dengan kondisi anak tidak bisa berkembang dengan baik. Untuk itu, intervensi yang dilakukan yakni memberikan gizi pada ibu-ibu hamil.

“Apabila sudah terjadi stunting pada anak maka yang dilakukan memberikan makanan tambahan untuk mengejar kekurangan gizi pada anak tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suyuti mengatakan di Kalteng ini ada sekitar lima daerah yang dianggap perlu penekanan dalam intervensi penurunan stunting. Namun, saat ini tidak ada locus stunting di Kalteng yang dispesifikkan, artinya semua kabupaten/kota di Kalteng saat ini menjadi locus stunting.

“Jika dulu hanya ada lima daerah yang dilakukan intervensi, saat ini semua kabupaten/kota di Kalteng dijadikan locus stunting sehingga intervensinya menyeluruh dengan harapan angka stunting di Kalteng dapat menurun sesuai target yang di harapkan,” tutup nya. (Ytm/Lsn)