Dishubkan Ajukan Pengadaan Bus Sekolah

kepala Dishubkan Kabupaten Katingan, Andrei Nathanael
Kasongan, Media Dayak
Atas permintaan masyarakat dan kebutuhan pelajar di sekitar Kasongan, yang merupakan ibukota Kabupaten Katingan, Dinas Perhubungan dan Perikanan (Dishubkan) Kabupaten Katingan akan mengajukan permohonan Bus Sekolah untuk armada angkutan pelajar. “Karena, 2 unit Bus Sekolah yang ada sekarang ini masih kurang,” kata kepala Dishubkan Kabupaten Katingan, Andrei Nathanael, yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Rabu siang (14/5) di ruang kerjanya.
Sekedar diketahui, 2 unit Bus Sekolah yang ada saat ini menurutnya merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) yang sudah berusia lebih dari 10 tahun. “Meskipun sudah berusia lebih dari 10 tahun dan sudah beberapa kali masuk bengkel, lantaran ada beberapa spervatnya yang harus diganti dan diperbaiki, namun masih dioperasikan,” terang Andrei Nathanael.
Sedangkan terkait permintaan agar adanya pengadaan Bus Sekolah ini menurutnya, juga diketahui oleh salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan. Sehingga, dibuatlah proposal permintaan bantuan Bus Sekolah dimaksud.
Bahkan, lanjutnya, bukan hanya Bus Sekolah saja, tapi dibuat juga permohonan bantuan 1 unit Towing (mobil penderek). Towing ini untuk menderek kendaraan yang mogok atau kendaraan masyarakat yang kondisinya dalam keadaan rusak serta tidak bisa bergerak, kemudian diantar ke bengkel. “Dari jasa membantu untuk mengantar kendaraan yang rusak ini, tentu saja dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan,” ujarnya.
Selanjutnya, terkait proposal bantuan untuk pengadaan mobil untuk Bus Sekolah dan Towing ini menurutnya, saat ini sudah dibuat. Tinggal persetujuan dari Bupati Katingan saja.
Kenapa pengajuannya harus ke Kemenhub RI ?. Pasalnya, jika diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Katingan menurutnya, sangat tidak mungkin. Sebab 1 unit Bus Sekolah dan Towing dimaksud nilainya miliaran rupiah. “Sehingga, kita coba mengusulkannya ke Kemenhub RI,” tutur mantan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) ini, seraya berharap permintaan ini dikabulkan oleh Kemenhub RI. (Kas/Aw)