Disdalduk KB-PPPA Kabupaten Barito Utara Sosialisasi Pecegahan KtP/A dan TPPO

Disdalduk KB-PPPA Barito Utara foto bersama pada kegiatan sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan/Anak (KtP/A) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di aula Disdalduk setempat, Selasa (21/9/2021).(Media Dayak/Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB-PPPA) Kabupaten Barito Utara (Barut) melaksanakan sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan/Anak (KtP/A) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di aula Disdalduk setempat, Selasa (21/9/2021).

Sosialisasi ini dihadiri Kepala Disdalduk KB P3A, Drs H Masdulhaq, Sekretaris Disdalduk KB P3A Silas Patilung, Kapolsek Teweh Tengah AKP Reny Arapah SE,SIK, Perwakilan LBH Barito Utara Kothdin Manik, Lurah Lanjas Lediyanto, Ketua RT se Teweh Tengah serta undangan lainnya.

“Saya pribadi atas nama Dinas Disdalduk KB P3A menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Kapolsek Teweh Tengah yang sudah berkenan hadir dan bapak dari LBH Barut yang nantinya memberikan pencerahan dan penjelasan bagi kita tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang yang ada di Kabupaten Barito Utara,” kata Masdulhaq.

Masdulhaq merasa berbahagia atas hadirnya narasumber yang di tengah kesibukannya untuk menyempatkan hadir pada acara sosialisasi ini. “Kami merasa berbahagia atas hadirnya beliau berdua sebagai narasumber untuk mengetahi apa-apa yang tidak kita ketahui,” ujarnya.

Dia berharap, peserta yang mengikuti sosialisasi ini untuk aktif bertanya dalam sesi tanya jawab. “Tanyakan apa-apa yang ada di wilayah kita masing-masing. Jangan sampai nantinya ada kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kita ketahui tetapi tidak melaporkannya,” ungkap Masdulhaq yang pernah menjabat sebagai Kadis Pendidikan Barito Utara ini.

Lanjut Masdulhaq, nantinya apabila ada permasalahan-permasalahan di RT masing-masing dapat ditanyakan secara jelas dengan narasumber yang ada hari ini. “Apabila ada permasalahan di RT kita bisa ditanyakan dengan dua narasumber yang ada di depan kita ini,” tutur Masdulhaq.

Dikatakan Kadis Dalduk KB P3A, kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Lebih lanjut dikatakannya, upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dilakukan secara sembunyi-sembunyi baik oleh pemerintah melainkan perlu melibatkan unsur masyarakat.

“Dalam bentuk kemitraaan dan kerja sama antar unsur pemerintah dan pihak terkait termasuk lembaga masyarakat dan swasta,” katanyanya.

Sekretaris Disdalduk KB P3A, Silas Patiung mengatakan, peserta yang mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtP/A) serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) adalah dari RT dan kelurahan di dua kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah dan Kecamatan Teweh Baru. “Peserta yang mengikuti sosialisasi ini berjumlah 28 orang dari dua kecamatan,” pungkasnya.(lna/aw)