Dinkes Barut Gelar Pertemuan Penguatan Gizi Masyarakat Terkait Covid-19

PERTEMUAN PENGUATAN GIZI-Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara H Siswandoyo saat membuka kegiatan pertemuan penguatan kepada masyarakat terkait COVID-19 tingkat Kabupaten Barito Utara, di aula Dinas Kesehatan, Kamis (9/9).(Media Dayak/Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara (Dinkes Barut) menggelar pertemuan penguatan gizi kepada masyarakat terkait COVID-19 tingkat Kabupaten Barito Utara, di aula Dinas Kesehatan, Kamis (9/9). Kegiatan ini dibuka secara langsung Kadis Kesehatan H Siswandoyo dan dihadiri Kabid Kesehatan Masyarakat, Kabid PSDK Pariyadi, Kasi P2 H Basirun.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara H Siswandoyo dalam sambutannya mengatakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang dimaksud termasuk upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan di tingkat Puskesmas dan pelayanan gizi adalah salah satu upaya kesehatan masyarakat esensial (UKM esensial) seperti yang tercantum dalam pasal 36 ayat (2) Permenkes 75/2014 tentang Puskesmas.

“Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk menurunkan rangka kekurangan gizi, baik stunting maupun wasting. Sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2020-2024 dalam strategi nasional percepatan pencegahan stunting,” katanya.

Lanjut Kadis Kesehatan, pelayanan gizi dilakukan di dalam dan di luar gedung diantaranya meliputi pelayanan meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan target investasi kelompok 1000 HPK (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi 0-23 bulan) balita dan remaja.

Selain itu juga kata Siswandoyo, kegiatan pelayanan gizi yang dilakukan diantaranya adalah konseling dan suplementasi gizi ibu hamil, promosi dan konseling, pemantauan pertumbuhan  balita, , penanganan balita gizi buruk, dan suplementasi TTD pada remaja putri (Rematri).

Dikatakannya, kerawanan pangan dan gizi meningkatkan resiko terjadinya masalah gizi akut pada kelompok rentan, bahkan masalah gizi kronik (Stunting) pun mungkin akan meningkat jika penetapan tanggap darurat COVID-19 berlansung dalam waktu yang cukup lama.

“Oleh karena itu, pelayanan gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat dengan prioritas pada kelompok rawan diantaranya bayi dan balita, remaja putri, ibu hamil dan ibu menyusui pada situasi pandemi COVID-19 diharapkan dapat tetap berjalan dengan melakukan beberapa penyesuaian terkait dengan kebijakan pembatasan sosial yang di atur oleh pemerintah daerah setempat untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19,” ungkapnya.

Kadis Kesehatan Siswandoyo juga mengatakan masalah gizi akan terus berlansung, selama faktor-faktor benyebabnya belum dapat diperbaiki.

“Dengan adanya pertemuan ini saya harapkan petugas kesehatan di wilayah kerja Kabupaten Barito Utara dapat melaksanakan pelayanan gizi yang optimal pada masyarakat dimasa pandemi covid-19 ini dalam rangka surveilans gizi untuk meningkatkan efektifitas kegiatan perbaikan gizi masyarakat dengan mempertajam upaya penanggulangan masalah gizi secara tepat waktu, tepat sasaran dan jenis tindakan yang dilakukan,” harapannya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Enny Franziah mengatakan tujuan dari dilaksanakannya pertemuan penguatan gizi masyarakat terkait COVID-19 tingkat Kabupaten Barito Utara adalah agar dapat memberikan informasi dan edukasi mengenai gizi pada ibu hamil dan anak balita serta remaja pada situasi pandemi COVID-19. “Kegiatan pertemuan penguatan gizi ini di ikuti pengelola program gizi se Kabupaten Barito Utara sebanyak 18 orang,” pungkasnya.(lna/Lsn)