Dinkes Barito Utara Gelar Pertemuan Monev Imunisasi Triwulan III

PERTEMUAN MONEV-Dinas Kesehatan Barito Utara melaksanakan pertemuan monitorng dan evaluasi (monev) Imunisasi Triwulan III tingkat Kabupaten Barito Utara, di aula Dinas Kesehatan setempat, Jumat (10/9).(Media Dayak/Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara (Dinkes Barut) menggelar pertemuan Monev Imunisasi Triwulan III tingkat Kabupaten Barito Utara, di aula Dinas Kesehatan setempat, Jumat (10/9/2021).

Kegiatan pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Dinkes, Kabid PSDK, Kabid Kesmas, Kasubbag dan Kasi lingkup Dinkes serta dihadiri 60 peserta yang terdiri dari petugas imunisasi, 18 orang dari puskesmas dan RSUD, satu orang dari gudang farmasi, dan 15 orang pengelola program imunisasi. 

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara H Siswandoyo mengatakan vaksinasi merupakan bagian penting dalam rangkaian upaya penanggulangan pandemi COVID-19. Kabupaten Barito utara telah melaksanakan vaksinasi tahap 1 bagi SDM kesehatan dan tahap 2 bagi kelompok lanjut usia dan petugas pelayanan publik/serta tahap 3 bagi masyarakat umum, rentan dan remaja selanjutnya vaksinasi ibu hamil dan anak usia 12-17 tahun.

“Capaian vaksinasi COVID-19 untuk Nakes Dosis 1 (1346=118 persen) Dosis 2 (1321=116 persen) Dosis 3 (918=80,67 persen), pelayan publik dosis 1 (14886=156 persen) dosis 2 (11093=116,2 persen) dan lansia Dosis 1 (3618=30,4 persen) dosis 2 (2784=23,40 persen) serta masyarakat umum, rentan dan remaja (MURR) dosis 1 (6514=7,86 persen) dan dosis 2 (3414=4,12 persen),” kata Siswandoyo.

Untuk alokasi distribusi vaksin untuk KABUPATEN BARITO Utara, 840, 1480, 1000, 1400, 500, 1200, 8100, 270, 600, 2400, 3000, 200, 2600, 270, 3300, 2500,1510, 1000,700, 1100, 2050, 1000, 3882, 860, 1120, 1980, 600 dosis dengan total 45.742 dosis.

Sedangkan tanggal penerimaan dosis jenis vaksin sisa vaksin COVID-19 per tanggal 9 September 2021 sebanyak 1004 dosis, pemakaian 42.634 Dosis alokasi ke puskesmas/rsud 43.638 di gudang farmasi 2.104 dosis (moderna dosis 2 masyarakat dan sinovac yang blm di ambil Puskesmas).

Sementara untuk rincian moderna 2.030 dosis dan Sinovac 120 dosis (Tumpung Laung 30 dosis, Lampeong 20 dosis, Benagin 20 dosis, Mampuak 40 dosis, Benao 30 dosis).

“Berdasarkan hasil laporan tersebut, maka ada beberapa hal yang perlu saya tekankan dan sampaikan pada pertemuan kali yaitu segera laksanakan vaksinasi dan habiskan vaksin COVID-19 begitu ada alokasi vaksin ke Puskesmas/RSUD,” kata Kadis Kesehatan.

Kemudian, apabila katanya belum atau tidak dilaksanakan segera direlokasikan ke puskesmas yang memerlukan. Jangan ada penumpukan vaksin COVID-19, segera laporkan semua hasil vaksinasi COVID-19 pada aplikasi P.Care masing-masing.

“Segera laporkan dan tindak lanjuti apabila ada distribusi vaksin ke puskesmas/rsud sebagai laporan agregat vaksin, karena akan tterbaca secara otomatis pada dashboard aplikasi di pusat dan provinsi. Laksanakan kegiatan vaksinasi sesuai dengan Ketentuan dan juknis yang berlaku,” katanya.

Sementara Kasi Surveilans, Imunisasi Kesehatan Haji dan KLB pada Dinas Kesehatan H Basirun mengatakan tujuan dari kegiatan iniuntuk menyamakan persepsi tentang definisi operasional dari sasaran sesuai dengan pentahapan vaksinasi dan sinkronisasi data capaian dan sisa vaksin Covid-19.(lna/Lsn)