Dinas Terkait Diminta Cetak Generasi Muda Gumas Berkeahlian Alat Berat, Siap Bersaing dan Bekerja di PBS!

Anggota DPRD Gunung Mas, Singong.(Media Dayak/Novri J H)

Kuala Kurun, Media Dayak

Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas), Singong, mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait agar lebih serius membina dan meningkatkan keterampilan generasi muda, khususnya di bidang pengoperasian alat berat. Singong menilai langkah tersebut menjadi salah satu solusi strategis untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi putra-putri daerah di perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Gumas.

Singong mengatakan, keberadaan puluhan PBS di Kabupaten Gumas harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila generasi muda memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

“Generasi muda kita harus dipersiapkan sejak sekarang. Jangan sampai perusahaan membutuhkan operator alat berat, tetapi tenaga kerja lokal belum memiliki kemampuan yang memadai. Karena itu, dinas terkait harus hadir dengan program pembinaan, pelatihan, hingga sertifikasi agar mereka benar-benar siap bekerja,” ujar Singong, Senin (27/7/2026) melalui pesan elektronik.

Politisi Partai Perindo tersebut menilai, keterampilan mengoperasikan alat berat seperti excavator, bulldozer, grader, maupun dump truck merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan perkebunan, pertambangan, hingga sektor konstruksi yang berkembang di Kabupaten Gumas.

Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu menjalin kolaborasi dengan PBS, lembaga pelatihan kerja, dan Balai Latihan Kerja (BLK) agar program peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat berjalan berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Jangan hanya mengandalkan rekrutmen tenaga kerja dari luar daerah. Anak-anak Gunung Mas juga harus mampu menjadi tenaga kerja yang kompetitif. Pemerintah perlu memfasilitasi pelatihan yang benar-benar menghasilkan tenaga kerja siap pakai,” tegas Singong.

Lebih lanjut, Singong berharap program pelatihan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki target yang jelas, mulai dari peningkatan keterampilan, sertifikasi kompetensi, hingga penyaluran kerja ke perusahaan yang beroperasi di Gumas.

Menurutnya, investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan langkah penting untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau anak-anak daerah memiliki keahlian yang dibutuhkan perusahaan, maka peluang mereka mendapatkan pekerjaan akan semakin besar. Dampaknya bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan,” pungkas Singong.(Nov/Aw)