Kondisi Pasar Tradisional Kuala Kurun Jalan Temanggung Panji VIII, belakang Gedung Dekranasda.(Media Dayak/Novri JKH)
Kuala Kurun,Media Dayak
Kondisi Pasar Tradisional Kuala Kurun Jalan Temanggung Panji VIII kini menjadi sorotan tajam dari kalangan DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y Asin dengan nada berat mengaku prihatin karena menilai, kawasan pasar itu kini tampak semrawut, tak tertata, bahkan terkesan dibiarkan begitu saja tanpa penanganan serius.
“Ya jujur saja, saya merasa prihatin dengan kondisi pasar Tradisional di Jalan Temanggung Panji VIII belakang Gedung Dekranasda saat ini.Sejatinya pasar itu harus ditata,karena pasar itu kan wajah daerah kita. Kalau tidak tertata, kesannya seperti kita tidak punya perhatian pada sektor ekonomi rakyat kecil,”tegas Herbert, Selasa(28/10/2025).
Pantauan di lapangan, tampak lapak pedagang di pasar tradisional itu tampak berdiri tidak tertata dengan baik. Area parkir cukup sempit dan sering menimbulkan kemacetan, sementara drainase buruk membuat genangan air menjadi pemandangan sehari-hari usai hujan. Tak hanya itu, kebersihan di sekitar pasar itu juga dinilai masih perlu perhatian.
“Kita bukan hanya bicara soal penataan fisik ya, tapi juga soal kenyamanan masyarakat. Pedagang butuh tempat yang rapi dan aman, pembeli pun ingin suasana yang bersih dan tertib,” ujar Herbert.
Herbert pun mendesak Pemkab Gumas melalui OPD terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menata ulang pasar Tradisional di Jalan Temanggung Panji VIII. Ia menyebut, pasar tradisional itu bukan hanya tempat transaksi, tapi juga denyut nadi perekonomian lokal yang harus dijaga dan ditata dengan baik.
“Jangan tunggu sampai ada keluhan besar baru bergerak. Penataan pasar tradisional itu harus menjadi prioritas agar wajah kota kita tidak memalukan di mata pengunjung dari luar,” tegas Herbert.
Harapan besar kini tertuju kepada Pemkab Gumas melalui OPD terkait agar segera turun tangan melakukan revitalisasi, mulai dari tata letak lapak, fasilitas umum, hingga pengelolaan sampah yang lebih teratur. Pasalnya di balik hiruk-pikuk pasar tradisional, tersimpan harapan ribuan masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya dari pasar itu. (Nov/lsnt)










