Dewan Pertanyakan Pekerjaan Jalan Tumbang Lahang – Tumbang Kaman

Muhammad Efendi S Hut, anggota DPRD Kabupaten Katingan

Kasongan, Media Dayak

Muhammad Efendi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan pertanyakan pekerjaan fisik dari Dinas Pekerjaan umum, Penataan Ruang dan Perhubugan Kabupaten Katingan yang di pihak ketigakan kepada salah satu kotraktor/rekanan. Kegiatan tersebut adalah rehabilitasi/pemeliharaan ruas jalan dari desa Tumbang Lahang-Tumbang Samba kecamatan Katingan Tengah hingga desa Tumbang Kaman kecamatan Sanaman Mantikei dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Katingan tahun anggaran 2019. Pertanyaan tersebut diungkapkannya kepada sejumlah media, usai mengikuti pembahasan APBD tahun anggaran 2020, Senin (4/11) lalu.

            Meskipun mengakui bahwa pekerjaan tersebut sudah ada beberapa item yang diselesaikan, seperti penimbunan dan pembersihan parit di bahu kiri dan kanan ruas jalan tersebut, namun dirinya mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut masih dilanjutkan dengan menambal sulam jalan yang saat ini masih berlobang-lobang  atau hanya sampai yang ada sekarang saja ?. “Jika masih dilanjutkan dengan pekerjaan tambal sulam jalan yang berlobang-lobang di sepanjang jalan tersebut, apakah waktu yang hanya tinggal 20 hari itu mencukupi. Karena, sesuai dengan kontrak kerja, waktu berakhirnya pada tanggal 25 November 2019 yang akan datang,” sebut Fendi.

            Kemudian, jika tambal sulam jalan tersebut tidak dimasukkan di dalam kontrak kerja, menurutnya apakah dana yang dialokasikan sebanyak hampir Rp 5 miliar itu tidak kebesaran ?

            Selanjutnya, jika tambal sulam lobang-lobang di sepanjang jalan tersebut masuk di dalam kontrak pekerjaan, dirinya berharap kepada rekanan pemenang tender agar secepatnya dikerjakan. Pasalnya, disamping mengingat akan dilaksanakannya acara Pesparawai tingkat Kabupaten Katingan yang akan dibuka oleh Bupati Katingan di kecamatan Marikit pada tanggal 12 November 2019 mendatang, juga menghindari angka kecalakaan lalu lintas di sepanjang jalan tersebut. “Jalan tersebut pada tanggal 12 hingga 16 November 2019 mendatang akan digunakan oleh rombongan Bupati dan ratusan peserta Pesparawi,” terang anggota dewan dua zaman ini.(Kas/Lsn)