Dewan Menilai Kontribusi Perusda Untuk PAD Belum Optimal

Y Freddy Ering

Palangka Raya, Media Dayak

Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai, kontribusi Perusahaan Daerah (Perusda) untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng masih belum optimal.

Padahal, pertimbangan pemberian modal kepada Perusda agar mampu mengembangkan usahanya serta berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng.

Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Y Freddy Ering mengingatkan jajaran manajeman Perusda untuk benar-benar serius serta bekerja keras, dalam mengelola pendanaan tersebut dengan baik.

Pria yang membidangi Hukum, Anggaran dan Pemerintahan ini menegaskan, Perusda harus mampu memberikan nilai yang optimal terhadap PAD.

“Kami melihat, memang belum ada kemajuan yang berarti terkait upaya kontribusi bagi PAD Kalteng. Sehingga perlu adanya keseriusan bagi Manajemen Perusda dalam bekerja, serta mengelola pendanaan tersebut dengan baik dan optimal,” ucap Freddy, Jumat (03/07/2020).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini mengingatkan, ketidakmampuan Perusda mengelola pendanaan akan jadi bahan catatan untuk penyertaan modal berikutnya.

“Kita akan terus melaksanakan evaluasi dan pemantauan terkait kinerja serta pengelolaan dana dari jajaran Perusda. Hasil evaluasi maupun catatan kami, nantinya akan menentukan jumlah pendanaan yang diberikan Perusda ke depan,” tandasnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini menjelaskan, tujuan penyertaan modal kepada PT Banama Tingang Makmur (BTM) adalah agar Perusda mampu mandiri serta berkontribusi terhadap PAD.

Freddy menyatakan, kedepannya diperlukan pengelolaan modal secara profesional oleh pihak manajemen. Misalnya, memperhatikan prospek kelayakan usaha yang mampu memberikan keuntungan manfaat serta ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Pengelolaan anggarannya juga harus transparan serta akuntabel. Hal itu sangat penting dan keinginan agar adanya optimalisasi itu sangat wajar. Sudah beberapa kali pemerintah melakukan penambahan modal terhadap perusda, namun masih belum bisa memberikan kontribusi bagi PAD Kalteng sesuai harapan. Sehingga, ketika kedepan belum menunjukkan perbaikan, hal itu jelas akan menjadi bahan evaluasi atau pertimbangan,” pungkas Freddy.(Nvd/aw)