Dewan Ingatkan Pengelolaan Asrama Mahasiswa Jangan Hanyar Kejar PAD

H Abdul Hadi

Palangka Raya, Media Dayak

     DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mengingatkan kepada pemerintah daerah (Pemda) agar dalam pengelolaan asrama Mahasiswa yang didirikan di luar Provinsi Kalteng, jangan fokus untuk mengejar pendapatan asli daerah (PAD). Tetapi lebih memperhatikan aspek sosial, sehingga tidak membebankan para pelajar dan Mahasiswa.

Anggota DPRD Kalteng, H Abdul Hadi mengatakan, pendirian asrama Mahasiswa di luar Kalteng merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia (SDM). Dimana setelah lulus pendidikan, para pelajar dan Mahasiswa ini diharapkan dapat kembali ke daerah dan membangun Kalimantan Tengah. Oleh sebab itu, pendirian asrama dibeberapa daerah di Indonesia terutama di Pulau Jawa tersebut merupakan salah satu peran Pemda untuk mempermudah dan mendukung para pelajar dalam menuntut ilmu di luar daerah.

Karenanya, dalam pengelolaan asrama yang beberapa waktu lalu sudah mulai direnovasi tersebut, kedepannya diharapkan jangan sampai membebani. Kita minta pengelola asrama Mahasiswa  yang didirikan di luar Kalteng hendaknya jangan terlalu membebanikan. Kita taruh lah, misalnya pelajar 200 Mahasiswa 250. Jadi jangan juga karena mengejar PAD melupakan fungsi sosialnya,Ucap Abdul Hadi, saat dibincangi Media ini di Gedung Dewan, jalan S.Parman, beberapa waktu lalu.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur dan Barito Selatan ini mengatakan, hal yang penting lagi adalah asrama tersebut nantinya juga diutamakan bagi pelajar dan Mahasiwa yang kurang mampu tetapi mempunyai keinginan kuat untuk belajar.

Kalau ada Mahasiswa yang rendah ekonominya taruh dia disitu. Jadi jangan anak orang kaya, utamakan yang ekoniminya terbatas. Karena kamarkan terbatas hanya ada bebepa kamar kan, tegas anggota Komisi D, yang membidangi Infrastruktur dan Ketenagakerjaan ini.

Memang biaya pembangunan dan perehaban asrama itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Tetapi para pejalar dan Mahasiswa yang menuntut ilmu tersebut merupakan aset daerah yang nantinya akan melanjutkan estafet pembangunan. 

Kalau mementingkan segala rehab jangan lah, kita ini mementingkan Mahasiswa yang cari ilmu disana, setelah lulus kembali ke Kalteng. Utamakan orang yg tidak mampu, yang baru semester awal kesana,Pungkas Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.(Nvd)