Dewan Berharap Harga Minyak Goreng Bisa Stabil Seperti Semula

Anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati. (Media Dayak/ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Presiden RI Jokowi memutuskan untuk melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng mulai 28 Maret 2022 lalu, Keputusan tersebut dilakukan supaya pasokan minyak goreng di dalam negeri kembali melimpah dan harganya murah
Oleh karenanya Anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati berharap, harga minyak goreng bisa segera stabil di Indonesia khususnya di Bumi Tambun Bungai.
“Belum lama ini, saat kita memantau ketersediaan bahan pokok di pasar besar Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, harga minyak goreng masih mahal, yang kemasan sampai Rp60 ribu per dua liternya,” terangnya, Rabu (27/4/2022)
Mudahan ini bisa menjadi perhatian pemerintah katanya melanjutkan. Pasalnya, jika harga minyak goreng belum juga stabil dan masih tinggi di pasaran, tentu hal itu sangat membebani atau memberatkan masyarakat.
“Terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat pun masih belum benar-benar pulih,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalteng ini
Pada sisi lain, Kuwu berharap pemerintah dapat mengatur kembali tata niaga kelapa sawit dengan lebih baik lagi kedepan agar kelangkaan atau kenaikan minyak goreng yang berkepanjangan seperti saat ini tidak terjadi kembali. “Sehingga harganya pun dapat dijangkau oleh masyarakat,” ujarnya
Kendati demikian, Kuwu mengakui mengapresiasi upaya yang telah dilakukan pemerintah dengan memberikan subsidi kepada masyarakat melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng.
“Kami menilai dengan diberikannya stimulus BLT minyak goreng ini sangat baik bagi masyarakat ekonomi lemah dan bisa meringankan beban mereka. Memang semenjak minyak goreng langka, harganya mahal dan masih belum stabil, ditambah lagi saat ini ada kenaikan mendekati Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya (Ytm/ Lsn)