Daya Beli Masyarakat Katingan Turun Drastis

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kab Katingan, Drs Saptul Anwar beserta stafnya saat melakukan sidak harga dan stok sembako di pasar Kereng Pangi kecamatan Katingan Hilir, beberapa waktu lalu. (Media Dayak/Lms)

Kasongan, Media Dayak

 Daya beli masyarakat terhadap pedagang di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Katingan turun drastis. “Saking drastisnya, yang tertinggal hanyadengan kisaran antara 30 hingga 40 persen saja. Sedangkan turunnya sampai 70 persen,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Katingan, H Saptul Anwar kepada sejumlah media, Jum’at (24/4) siang tadi.

Dengan menurunnya daya beli tersebut, menurutnya, secara otomatis pula berdampak terhadap menurunnya tingkat ekonomi di masing-masing wilayah kecamatan. “Kalau masalah menurunnya daya beli ini sebenarnya sudah lama terjadi, namun dengan kondisi mewabahnya covid – 19 di Kabupaten Katingan ini semakin sehingga lebih bertambah lagi penurunan pendapatan para pedagang di pasar,” aku Saptul.

Kalau sebelum terjadinya kasus covid – 19 di bumi Penyang Hinje Simpei ini, pendapatan pedagang, khususnya pedagang di pasar Kasongan, biasanya dari Rp 200 ribu hingga Rp 600 ribu laba bersih/hari, turun menjadi Rp 100 ribu hingga 250 ribu/hari. Sekarang, untuk balik modal saja sudah untung, dan jika ada laba, maksimal hanya antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu saja/hari. “Kalau laba hanya dengan kisaran antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu saja/hari, untuk makan sehari saja tidaklah cukup,” jelas Saptul.

Adapun sejumlah bahan kebutuhan pokok dan komoditi yang dijual oleh para pedagang di puluhan toko dan ratusan lapak di Kasongan kecamatan Katingan Hilir pada khususnya dan di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Katingan pada umumnya menurutnya diantaranya beras, gula, tepung terigu, telur ayam ras, telur itik dan sejumlah bahan komoditi lainnya.

Sedangkan, pembelinya, khusus di saat Katingan dalam kondisi dimasukinya wabah covid – 19 ini, menurutnya didominasi oleh masyarakat Katingan kelas menengah ke bawah saja. Itu pun tidak begitu banyak. Karena, mereka juga banyak berdiam di rumah, lantaran disamping dana untuk dibelanjakan terbatas, juga menghindari wabah covid – 19 yang bertempatan pula denganaa bulan Ramadhan di mana umat Muslim Katingan sedang melaksanakan ibadah puasanya sebulan penuh . “Terkecuali dalam keadaan terpaksa dan harus dicari di luar rumah,” pungkas mantan asisten I di era Katingan saat dipimpin oleh Drs Duwel Rawing ini. (Kas/Lms)