Darurat Sampah di Gumas Mengintai! Kesadaran Masyarakat Jadi Benteng Terakhir Wujudkan Lingkungan Bersih

Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y Asin. (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun,Media Dayak

Tumpukan sampah di berbagai sudut permukiman di wilayah Kota Kuala Kurun dan wilayah Gunung Mas (Gumas) lainnya, menjadi alarm keras bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan masih jauh dari harapan.

Fenomena tak hanya sekedar persoalan estetika, melainkan sudah menyentuh aspek kesehatan, kenyamanan, hingga kelangsungan hidup.”Saluran drainase tersumbat, banjir yang datang  hingga meningkatnya penyakit berbasis lingkungan menjadi dampak nyata dari minimnya kepedulian terhadap sampah,”kata ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y Asin,Selasa (14/4).

Herbert mengaku, di tengah berbagai kampanye dan imbauan yang terus digencarkan, masih banyak masyarakat yang abai.”Kebiasaan membuang sampah sembarangan seakan menjadi budaya yang sulit diubah. Padahal, langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan non-organik, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan,”tegas Herbert.

Herbert menjelaskan, kesadaran kolektif menjadi kunci utama. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, upaya Pemkab Gumas dalam menjaga kebersihan lingkungan akan berjalan pincang.”Lingkungan bersih bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan,tapi merupakan kewajiban bersama seluruh elemen Masyarakat,”cetusnya.

Lebih dari itu, sambung Herbert, edukasi sejak dini menjadi fondasi penting. Generasi muda Gumas harus dibekali pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan.”Sekolah, keluarga, dan komunitas memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan,”ucapnya.

Herbert menyerukan, kini saatnya masyarakat Gumas bangkit dan mengambil peran. Jangan menunggu bencana datang sebagai pengingat. “Lingkungan bersih adalah cerminan peradaban. Jika kesadaran terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin krisis lingkungan akan menjadi warisan pahit bagi generasi mendatang,”tandas Herbert.

Herbert menegaskan, momentum perubahan ada di tangan kita. Mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri,karena lingkungan yang bersih bukan impian, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan bersama.”Mari bersama kita wujudkan Kabupaten Gunung Mas yang bersih dengan membuang sampah pada tempatnya,”tutup Herbert.(Nov/Aw)