Dari Bersih-Bersih ke Edukasi, Gerakan ASRI Tak Sekadar Aksi Seremonial

Petugas bersama warga membersihkan sampah dalam Gerakan Indonesia ASRI secara serentak di Kecamatan Arut Selatan, Kobar, Jumat (24/4) (Media Dayak/Ist)
 
Pangkalan Bun, Media Dayak
 
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menegaskan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aksi Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah) yang digelar di Kecamatan Arut Selatan, Jumat (24/4). 
 
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, tetapi juga menitikberatkan pada edukasi masyarakat sebagai langkah berkelanjutan.
 
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara serentak di tujuh kelurahan dan satu desa di Kecamatan Arut Selatan, dengan menyasar berbagai titik rawan penumpukan sampah seperti bantaran sungai, kawasan permukiman, hingga lokasi yang kerap dijadikan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar.
 
Selain membersihkan lingkungan, petugas juga melakukan pengawasan langsung terhadap aktivitas pembuangan sampah oleh warga. Dalam kegiatan tersebut, masih ditemukan masyarakat yang belum mematuhi aturan, baik dari sisi lokasi maupun waktu pembuangan sampah.
 
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sehingga pendekatan edukatif terus diperkuat guna mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang.
 
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kobar, Syahyani, menegaskan bahwa Gerakan ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran lingkungan.
 
“Kegiatan ini tidak berhenti pada aksi bersih-bersih saja, tetapi juga bagaimana kami memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam mengelola sampah. Edukasi menjadi kunci agar perubahan perilaku bisa berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah tangga, melalui pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membuang sampah di TPS resmi dan mematuhi jadwal yang telah ditetapkan.
 
Menurutnya, permasalahan sampah, terutama di bantaran sungai dan TPS liar, tidak bisa diselesaikan hanya dengan pembersihan sesaat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
 
“Jika hanya dibersihkan tanpa ada perubahan perilaku, maka masalah yang sama akan terus terulang. Karena itu, kami dorong kesadaran kolektif agar masyarakat ikut menjaga lingkungannya,” tegasnya.
 
Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Pemkab Kobar berharap tercipta pola hidup bersih dan disiplin yang menjadi kebiasaan masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, upaya menjaga lingkungan diharapkan dapat berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat. (MMC Kobar/Rd/Lsn/Aw)