Dari 5 Siswa ke 1.200 Alumni. LKP Perdana Computer Cetak Generasi Melek Digital di Gumas, di Tengah Keterbatasan

CEO LKP Perdana Computer M. Amilin Noor memperlihatkan papan tulis interaktif (interactive whiteboard/IFP) yakni perangkat layar sentuh digital canggih yang berfungsi sebagai papan tulis, layar proyeksi, dan komputer. Alat ini memungkinkan pengguna menulis, menggambar, anotasi langsung, serta memutar multimedia, meningkatkan kolaborasi dalam kelas atau ruang rapat. Perangkat ini umumnya mendukung fitur multi-touch dan kolaborasi real-time.(Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Di tengah derasnya arus digitalisasi yang menuntut keterampilan serba cepat, sebuah lembaga kursus di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) diam-diam telah menorehkan jejak panjang dalam mencetak generasi melek teknologi. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Perdana Computer, yang berdiri sejak Juli 2008, menjadi bukti nyata bahwa tekad dan konsistensi mampu melahirkan perubahan besar, meski berangkat dari langkah kecil.
Didirikan oleh M. Amilin Noor,yang akrab disapa Amilin,LKP Perdana Computer hadir dari sebuah kegelisahan sekaligus harapan. Ia ingin anak-anak daerah, khususnya di Kuala Kurun dan Gumas umumnya, tidak tertinggal dalam penguasaan keterampilan komputer yang kini menjadi kebutuhan dasar di dunia kerja.
Berlokasi di Jalan Korpri RT/RW 012/004, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, lembaga ini berada di bawah naungan Yayasan AMIFAT Perdana Abadi. Sejak awal berdiri, Amilin menanamkan satu misi kuat, membekali generasi muda dengan kompetensi nyata agar siap bersaing di tengah ketatnya pasar kerja.
“Awalnya hanya lima orang siswa di bulan pertama. Tapi dari tahun ke tahun, jumlah peserta Alhamdullilah terus meningkat hingga kini mencapai sekitar 1.200 orang,” ungkap Amilin kepada mediadayak.id,Senin (27/4/2026).
Menurut Amilin, minat peserta kursus bersifat musiman. Lonjakan biasanya terjadi saat masa kelulusan sekolah dan awal tahun, ketika para pencari kerja mulai berburu keterampilan tambahan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
LKP Perdana Computer menawarkan berbagai program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, terutama di bidang administrasi perkantoran berbasis Microsoft Office. Program yang tersedia meliputi tingkat dasar dengan biaya Rp.600 ribu, tingkat terampil Rp.750 ribu, hingga paket lengkap Rp.1,2 juta. Selain itu, tersedia pula kelas privat intensif untuk Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint dengan durasi pertemuan yang fleksibel.
Mengusung jargon khas daerah, “Amun jia itah eweh hindai, jia metutuh pea hindai” (kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi), LKP ini juga menggaungkan semangat “Uluh Itah Ela Kalah Basing” atau “orang kita jangan kalah bersaing.”
Namun perjalanan panjang tersebut tidak selalu mulus. Amilin mengungkapkan bahwa hingga saat ini, dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk sarana dan prasarana masih sangat terbatas. Meski demikian, ia mengakui adanya dukungan dalam bentuk pelatihan peningkatan kapasitas instruktur dan manajemen lembaga kursus.
“Kami tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Harapan kami, generasi muda Gunung Mas, khususnya pelajar SMA dan SMK, semakin sadar pentingnya keterampilan komputer. Karena hari ini, dunia kerja tidak lagi bisa dilepaskan dari teknologi,” tegasnya.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi LKP Perdana Computer saat ini adalah keterbatasan fasilitas, terutama jumlah unit komputer dan ruang belajar yang belum memadai. Meski begitu, semangat untuk terus berkembang tidak pernah surut.
Menariknya, selain kursus komputer aplikasi perkantoran, lembaga ini juga membuka program kursus mengemudi mobil, sebagai bentuk diversifikasi keterampilan yang bisa langsung dimanfaatkan di dunia kerja.
Di balik segala keterbatasan, LKP Perdana Computer terus berdiri tegak sebagai garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing. Sebuah bukti bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil,dan keberanian untuk memulai.(Nov/Aw)