Danrem Hadiri Rakor Antisipasi Karhutla

Danrem 102/ Pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto saat menghadiri rapat koordinasi persiapan untuk mengantisipasi karhutla di Kalteng, Kamis (04/06/2020).(Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Komandan Korem (Danrem) 102/ Pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiap-siagaan dalam Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020. Rakor diselenggarakan melalui Video Conference (Vicon) bertempat di Istana Isen Mulang, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (04/06/2020).
Agenda rakor adalah untuk meningkatkan koordinasi dan kesiap-siagaan dalam mengantisipasi terjadinya ancaman karhutla yang kemungkinan besar akan terjadi di wilayah Kalteng, terlebih menghadapi musim kemarau, yang menurut perkiraan cuaca dan iklim dari BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, akan terjadi kemarau di seluruh wilayah Kalteng pada akhir bulan Juli ini, dan mencapai periode puncaknya pada bulan September 2020.
Rakor dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran. Turut hadir dalam kegiatan rakor tersebut, diantaranya Kabinda Provinsi Kalteng, Sekretaris Daerah, Wakajati, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, dan sejumlah Pejabat Daerah terkait lainnya serta Wakapolda Kalteng, Walikota dan Bupati se-Kalimantan Tengah mengikuti rekor tersebut dengan media Zoomiting di tempat kerjanya masing-masing.
Dalam paparannya, Danrem 102/ Pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto meyampaikan strategi penanganan dan kesiapan personel TNI AD dalam penanganan Karhutla di wilayah Kalteng tahun 2020. Danrem meyarankan untuk perbaikan penanggulangan ke depan agar menginventarisir para pemilik lahan, kemudian pengecekan fungsi sumur bor yang selama ini sudah dipersiapkan, lalu melaksanakan penanaman pohon pada lahan yang terbakar.
Dalam masalah ini agar pemerintah melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh Agama serta tokoh pemuda untuk menyampaikan, mengimbau dan mengedukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Lebih lanjut Danrem 102/Pjg menyarankan agar dibentuk Satgas dari masyarakat setempat dengan insentif yang cukup dengan konsekuensinya.
“Bila terjadi kebakaran di wilayahnya, untuk insentip yang diberikan akan dipotong sesuai dengan kesepakatan dan sesuai dengan tanggung jawab wilayahnya, sehingga ada rasa tanggung jawab masing-masing bagian untuk mengawasi agar tidak terjadi kebakaran di wilayahnya,” ungkapnya.(Penrem/Dmt/aw)