Danantara Optimalkan Hilirisasi Tahap 3 untuk Ciptakan Lapangan Kerja

Jakarta, Media Dayak 

Pemerintah melalui Danantara terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong hilirisasi nasional. Memasuki tahap ketiga, program ini diproyeksikan membawa nilai investasi yang lebih besar sekaligus membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa fase ketiga akan mencakup enam proyek utama dengan nilai investasi yang signifikan. 

“Untuk enam proyek di fase ketiga, nilainya kemungkinan lebih besar, kurang lebih hampir US$10 miliar, atau kira-kira Rp170 triliun,” ujar Rosan.

Ia menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat. Saat ini, Danantara masih melakukan kajian komprehensif terkait kesiapan pelaksanaan, termasuk aspek pasar dan teknologi. 

“Ya, dalam waktu yang tidak lama lagi. Namun, kami ingin semuanya dilakukan dengan baik dan benar, sesuai aturan serta proses bisnis yang proper. Semua tahapan harus dijalankan dengan baik agar hasil ke depan juga lebih optimal,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Danantara akan memprioritaskan sektor energi, perkebunan, dan perikanan. Fokus ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah industri nasional.

Rosan juga memproyeksikan bahwa keseluruhan program hilirisasi dapat menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. 

“Kalau kita lihat dari proyek-proyek yang kita jalankan ini, akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600.000 orang,” tuturnya.

Dari sisi ekonomi, para analis menilai hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi nasional. 

Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, menyebut program ini membuka peluang besar bagi peningkatan produktivitas sektor berbasis sumber daya alam. 

“[Ini bisa menjadi] peluang baik jika ada peningkatan produktivitas sektor yang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan hilirisasi,” kata Esther.

Ia juga menilai penerapan teknologi modern menjadi kunci keberhasilan. 

“Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi proses industrialisasi, tetapi juga perjalanan menuju ekonomi yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menegaskan pentingnya hilirisasi dalam meningkatkan nilai ekonomi komoditas. 

“Hilirisasi itu ya sederhananya adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Menurutnya, percepatan dari tahap awal hingga tahap lanjutan menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong transformasi industri. 

“Ini cukup agresif, karena sekali lagi hilirisasi ini sebuah proses panjang, bukan instan,” kata Piter.(Ist/Lsn)