Curah Hujan di Dua Kabupaten Masuk Kategori Menengah

TINGKAT CURAH HUJAN DI KALTENG
Muara Teweh, Media Dayak
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Beringin Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut) memperkirakan curah hujan pada bulan Juli-Agustus dan juga prakiraan curah hujan kemarau khusnya di dua wilayah Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya.
Kepala Stasiun BMKG Bandara Beringin Muara Teweh, Sudarmono melalui perwakilan BMKG, Ayu Vista Wulandari mengatakan, perkiraan curah hujan bulan Juli 2020 di wilayah Kalteng diperkirakan berada dalam kategori menengah, khususnya di wilayah Barito Utara dan Murung Raya masuk dalam kategori menengah.
“Kategori menengah disini diidentifikasikan jumlh curah hujan yang berkisar antara 100 hingga 300 milimeter dalam satu bulan,” kata Ayu Vista Wulandari saat mengikuti rapat persiapan kesigapan dan apel siaga Karhutla di aula Setda lantai I, Jum’at (19/6) kemarin.
Pada Kabupaten Barito Utara curah hujan sebesar 151-200 milimeter. Diperkirakan terjadi Kecamatan Gunung Purei, Gunung Timang, Montallat, Teweh Baru, Teweh Selatan, Teweh Timur. Sedangkan curah hujan sebesar 201-300 milimeter mencakup di Kecamatan Lahei, Lahei Barat dan Teweh Tengah.
Sedangkan, katanya, untuk wilayah Murung Raya curah hujan sebesar 201-300 mililiter mencakup Kecamatan Uut Murung, Barito Tuhup Raya, Laung Tuhup, Murung, Permata Intan, Seribu Riam, Sumber Barito, Sungai Babuat, Tanah Siang dan Tanah Siang Selatan.
“Untuk prakiraan curah hujan bulan Juni kurang lebih hampir sama dengan bulan Juli masih dalam kategori menengah, baik itu diwilayah Barito Utara maupun di Murung Raya. Hal serupa juga pada bulan Agustus curah hujan masih sama di dua Kabupaten ini yang masuk dalam kategori menengah,”kata Ayu.
Lebih lanjut dijelaskan, Ayu Vista, untuk prakiraan awal musim kemarau, untuk wilayah Kalteng di perkirakan mulai terjadi pada bulan Mei. Sedangkan untuk Kabupaten Barito Utara dipredeksikan awal musim kemarau terjadi pada tanggal 21 Juni dan Murung Raya mulai pada bulan Juli. Sedangkan untuk puncak musim kemarau di Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya di prediksikan terjadi pada bulan Agustus hingga bulan September,” pungkasnya. (lna/Rsn)